Dampak Covid-19, Pengerajin Anyaman Tikar Purun Sergai Mengeluh

×

Dampak Covid-19, Pengerajin Anyaman Tikar Purun Sergai Mengeluh

Sebarkan artikel ini
Para pengerajin anyaman tikar purun meletakkan purun di jalan sebagai bahan baku pembuatan anyaman tikar purun,Senin (27/4/2020) malam.

 

SERDANG BEDAGAI, Sekilasmedia.com – Merebaknya Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada prekonomian. Salahsatunya perajin anyaman tikar purun di Desa Suka Beras, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mengeluh sepinya pembeli produk mereka.

Salah satu pengerajin Nek Galuh di Desa Suka Beras pada wartawan, Selasa (28/4/2020) mengaku kesulitan memasarkan hasil kerajinan anyaman tikar purun milik mereka.

BACA JUGA :  Pedagang Pulsa Tasmania Cell Panen Saat Lebaran

“Corona ini sangat berpengaruh dengan sepi pembeli,” katanya.

Dia mengatakan, membuat anyaman tikar purun menjadi usaha turun temurun sejak orangnya. Namun semenjak Corona sulit untuk memasarkan tikar. Bahkan pembeli tidak pernah datang.

“Sudah hampir sebulan tidak membuat tikar karena naiknya bahan baku sementara tikar tidak terjual,” ungkap Ne Galuh.

BACA JUGA :  Hadirnya Koperasi MNT, Turut Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan

Ditempat terpisah, Bupati Serdang Bedagai mengatakan, dampak Covid-19 sangat berpengaruh terhadap para pengerajin di Kabupaten Serdang Bedagai, salahsatunya pengerajin Anyaman tikar purun yang ada di Kecamatan Perbaungan.

“Covid-19 sangat berpengaruh terhadap prekonomian, salah satu terdampak pengerajin anyaman tikar purun,” katanya.

Menurut Soekirman, untuk membantu dalam pemasaran hasil kerajinan anyaman tikar purun dan pandan. Akan segera di koordinasikan dengan pihak Dekranas agar dapat memasarkan hasil kerajinan para pengerajin.

‘Akan diupayakan Dekranas bisa memasarkan hasil kerajinan agar para pengerajin dapat terjual,” bilang Bupati.(ptr)