Daerah

Warga Lumajang PDP Covid-19 Meninggal Dunia Saat Menjalani Perawatan Di RSUD Dr. Haryoto

×

Warga Lumajang PDP Covid-19 Meninggal Dunia Saat Menjalani Perawatan Di RSUD Dr. Haryoto

Sebarkan artikel ini

 

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Dr.Bayu Wibowo.

LUMAJANG, SekilasMedia.com– Dalam maraknya virus Corona (Covid-19) yang sedang bumi kita alami Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Dr.Bayu Wibowo menyampaikan bahwa ada satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona atau covid-19 di Kabupaten Lumajang yang meninggal dunia, Senin (07/04/2020).

PDP yang meninggal diketahui berinisial SP laki-laki (62), warga Kecamatan Tempeh. meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto.

Bayu menjelaskan, pasien yang meninggal tersebut juga memiliki riwayat penyakit jantung. “Hari ini (senin,06/04/2020) dia meninggal, dia ada penyakit penyertanya, sehingga dia harus dirawat. Dia sering sesak, karena penyakit jantungnya,” Ungkap Bayu.

BACA JUGA :  Pemkab Tuba Salurkan Bantuan, Ini Yang Diberikan

Lebih jauh Bayu menjelaskan bahwa, hasil rapid test dari pasien tersebut menunjukan positif. Namun hasil tes swap awal dinyatakan negatif. “Hari ini mestinya swap ulang, tapi sudah meninggal,” ujarnya saat ditemui di Pemkab Lumajang.

“Rapid test bukan jaminan orang tersebut dinyatakan positif atau negatif Covid-19. Karena tingkat akurasinya tidak tinggi, sehingga tidak menjadi pedoman untuk diagnosa. Rapid test itu manfaatnya untuk stressing, seolah positif, untuk mencari kontak terdekatnya,” Imbuhnya.

BACA JUGA :  Polda Jatim Terima Bansos Dari PT. Susanti Megah Surabaya, Siap Disalurkan ke Masyarakat Terdampak Covid-19

Pasien tersebut sempat menjalani ibadah umroh melalui biro umroh dari Malang. Ia tiba di Lumajang pada 10 Maret 2020. Kemudian berstatus PDP dan menjalani perawatan di rumah sakit dr. Haryoto pada 21 Maret 2020.

Mengenai pemakaman jenazah PDP ini, Bayu menyampaikan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) jenazah dengan penyakit infeksi. “Pakai APD (alat pelindung diri) ketika pemakaman,” pungkasnya.

Data ter-update dari Pemkab Lumajang, total sudah ada 14 PDP. Dua diantaranya meninggal dunia. Sementara yang dinyatakan positif ada 3 orang dan ada 200 orang dalam pemantauan (ODP). (Maria)