TENTARAKU

Pangdivif 2 Kostrad Hadiri Peresmian Gedung SAE Lapas Perempuan Klas IIA Malang

×

Pangdivif 2 Kostrad Hadiri Peresmian Gedung SAE Lapas Perempuan Klas IIA Malang

Sebarkan artikel ini

 

Malang, Sekilasmedia.com – Acara peresmian Gedung SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang dihadiri Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto S.A.P., M.Si.,M. Tr (Han), bertempat di Jalan Raya Kebon Sari Malang. Rabu (6/5/2020)

Gedung SAE di Lapas Perempuan Klas IIA Malang merupakan sarana pembinaan, pembekalan dan pelatihan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain itu, gedung SAE ini juga merupakan bentuk representasi dari gerakan resolusi pemasyarakatan yang dilakukan oleh Lapas Perempuan Klas IIA Malang, sekaligus sebagai bukti reintegrasi menumbuhkan rasa percaya diri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

BACA JUGA :  Dilokasi TMMD, Anggota Satgas Seperti Ayah dan Anak

Dengan adanya Gedung Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, diharapkan para Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Klas IIA Malang akan mempunyai kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengisi waktu yang tersedia, dimana dapat belajar dan mengembangkan kreatifitasnya dalam berbagai keterampilan, yang diharapkan kelak dapat membuka usaha sekaligus bisa menambah penghasilan demi kesejahteraan keluarga.

Pada acara tersebut Pangdivif 2 Kostrad dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Malang yang telah berkenan mengundang dirinya pada acara peresmian Gedung Sarana Asimilasi dan Edukasi itu.

BACA JUGA :  Potret Kemanunggalan TNI dan Warga,Satgas TMMD kodim Tapsel Giat Bagikan Masker Gratis

Pangdivif 2 Kostrad menambahkan, peresmian SAE ini merupakan bentuk representasi dari gerakan Resolusi Pemasyarakatan dan ini adalah hal yang fundamental untuknya.

“Asimilasi dalam pandangannya merupakan salah satu proses pembinaan bagi para WBP atau narapidana,” tuturnya.

“Untuk itu saya berharap kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan agar memanfaatkan gedung SAE ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ketika sudah keluar dari lapas dapat bekerja, berbaur dan bersosialisasi kembali dengan masyarakat dan keluarga,” pungkasnya.(FTI)