Daerah

Pemkab Mojokerto Salurkan BLT Tahap III, Mengutamakan Warga Rentan Terdampak Covid-19

×

Pemkab Mojokerto Salurkan BLT Tahap III, Mengutamakan Warga Rentan Terdampak Covid-19

Sebarkan artikel ini

 

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat meninjau sejumlah desa.

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Selama dua hari berturut-turut mulai tanggal 27-28 Juli 2020 kemarin, Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun 2020 tahap III (bulan Juli) sebesar Rp 600 ribu. BLT DD yang dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat miskin dan rentan terdampak Covid-19, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi.

Beberapa desa yang menerima antara lain Desa Tunggalpager Kecamatan Pungging (116 penerima), Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro (141 penerima), Desa Tambakagung Kecamatan Puri (97 penerima) serta Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu (98 penerima).

BACA JUGA :  Semangat Jurnalisme Positif, IJTI Korda Kediri Gelar FGD Cerdas Memilih Media dan Keterbukaan Informasi Publik

“Alhamdulillah ini sudah tahap III. Nanti Insyallah bisa dilanjutkan lagi, namun dengan nominal sekitar Rp 300 ribu. Bantuan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto macamnya banyak. Ada yang dari pusat maupun provinsi. Maka dari itu, ada catatan tidak boleh ada data ganda,” kata bupati.

Selain itu, bupati juga menjabarkan upaya-upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Bupati ingin agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Antara lain memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, di rumah saja jika tidak ada kepentingan, penyemprotan disinfektan, serta menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Protokol kesehatan tersebut, diartikan sebagai adat kebiasaan baru atau new normal.

BACA JUGA :  Patung Hasil Karya Seniman Yogyakarta Menghiasi Taman Balai Kota Among Tani

Covid-19 yang belum dapat dipastikan selesainya, membuat semua harus bisa menjaga kesehatan diri dan lingkungan masing-masing. Untuk itu, bupati menegaskan komitmen bersama untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya minta ini dipahami betul-betul. New normal adalah harapan kita agar hidup tetap produktif, aman, namun tidak sampai tertular Covid-19 dan ekonomi cepat pulih. Caranya tentu dengan menegakkan disiplin protokol kesehatan sebab grafik pasien terkonfirmasi juga masih tinggi,” tandas bupati.