TENTARAKU

Rapat Kerja Khusus Tahun 2020 Yang Digelar F-Wamipro Berakhir Ricuh

×

Rapat Kerja Khusus Tahun 2020 Yang Digelar F-Wamipro Berakhir Ricuh

Sebarkan artikel ini

 

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Forum Wartawan Mingguan Probolinggi (F-WAMIPRO) menggelar agenda Rapat Kerja Khusus (RAKERSUS) Tahun 2020 di Hall Room Lantai 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Probolinggo Jalan Mastrip No 153, Rabu (29/07) pagi.

Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo yang di Wakili oleh Kabid PKP bapak Sumarno serta dihadiri sejumlah wartawan yang bertugas di Kota maupun Kabupaten Probolinggo.

Sumarno yang mewakili Kepala Diskominfo dalam sambutannya mengapresiasi terbentuknya rakersus ini. Serta berharap Wartawan di Probolinggo tetap independent, selalu kompak dan bisa bekerja sama lebih baik lagi terhadap Pemerintah Kota Probolinggo khususnya.

“Kami berharap kerjasama ini antara wartawan dan Pemerintah bisa lebih baik lagi, dan kekompakan para wartawan lebih ditingkatkan lagi dalam menyuguhkan informasi berdasarkan fakta dan realita,” Papar Sumarno dalam sambutannya sambil mendapatkan tepuk tangan dari wartawan.

BACA JUGA :  Dansatgas, Perpendek Jarak Tempuh Jalan Baru 6,4 km di TMMD Kodim Tapsel

Sementara itu, Ketua F-WAMIPRO M. Suhri menyampaikan rincian pertanggungjawaban keuangan selama masa bakti 1 periode. Hasil akhir yang didapat dari pemaparan tersebut, Pemasukan Sebesar Rp 31.800.000 dan Pengeluaran 43.800.000 sehingga terjadi Minus Rp 12.000.000 yang telah di tanggung oleh Ketua F-Wamipro.

Usai menyampaikan pemaparan pertanggungjawaban keuangan, M. Suhri melanjutkan agenda diskusi menawarkan kongres.

“Perlu diadakan Kongres apa tidak?,” tanya Suhri kepada Peserta Raker.

Mendapat perbedaan jawaban pendapat dari sesama wartawan membuat suasana raker menjadi ricuh dan aduh mulut sesama wartawan pun tak dapat dihindarkan sehingga menjadi tontonan peserta raker yang datang.

BACA JUGA :  Sasaran Rutilahu Nyai Marni Sudah 57 Persen

Suasana kembali kondusif saat Kepala SMKN 2 bersama Jajaran Polres Probolinggo Kota meminta agar kericuhan ini tidak terulang kembali.

“Saya disini selaku Kepala Sekolah berkenan jika aula ini ditempati rapat, namun apabila terjadi kericuhan seperti ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk meninggalkan tempat kami. Jadi saya beri waktu selama 15 menit untuk menyelesaikan,” ungkap Kepala SMKN 2 Probolinggo.

Setelah kepala SMKN2 menyampaikan pesan kepada peserta agar kericuhan ini sanggup tidak terjadi lagi, suasana rapat kerjapun kembali berjalan lagi dengan kondusif.

Sementara itu Dewan Pembina F-Wamipro, Hariyadi sangat menyayangkan kejadian tersebut dan sempat membuat dirinya kaget atas keributan ini.

“Kejadian ini sangat kurang etis, apalagi kejadiannya ada didepan saya, ini sangat disayangkan acara raker ini malah jadi kisruh,” Sesal Hariyadi. (Septyan)