
Gresik, Sekilasmedia.com- Forum Masyarakat Gresik Selatan (MGS) Bersatu dukung pasangan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (NIAT) sebagai calon bupati dan calon wakil bupati komitmen penanganan Kali Lamong dan Deklarasi tim pemenangan pasangan NIAT kecamatan Benjeng bertempat di jembatan desa Bulang Kulon kecamatan Benjeng pada Sabtu (1/8/2020).
Kepada awak media Fandi Akhmad Yani mengatakan penanganan kali lamong menjadi program prioritas pembangunan khusus di wilayah Gresik Selatan. Apabila pasangan NIAT dipercaya dan diberi amanah memimpin Gresik melalui pemilukada yang jatuh pada 9 Desember 2020.
” Penanganan kali lamong menjadi prioritas utama. Karena selama ini banjir akibat luapan kali lamong telah mengakibatkan kerugian material cukup besar bagi masyarakat di sekitar bantaran kali lamong. Seperti wilayah kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti,” jelasnya.
Maka perlu penanganan oleh penerintah daerah yang serius dan fokus agar bencana banjir tahunan di wilayah Gresik Selatan bisa teratasi dan tidak terjadi banjir lagi. Dan prinsip kami bencana banjir kali lamong di wilayah ini akan ditangani sampai tuntas serta menjadi berkah bagi masyarakat bantaran kali lamong,imbuhnya.
Seyampang dengan pendapat Gus Yani, Bu Aminatun Habibah (Bu Min) mengungkapkan bahwa penanganan kali lamong menjadi penting dan krusial karena menyangkut hajad hidup orang banyak khususnya di wilayah selatan. Selanjutnya program lainnya seperti pendidikan, infrastruktur dan program yang menyentuh masyarakat langsung juga prioritas kami.
” Sementara terkait program pembangunan ” mercusuar ” seperti stadion. Yang tidak menyentuh langsung pada masyarakat bukan prioritas,” kata Bu Min pada Sekilasmedia.com
Pada kesempatan tersebut, pasangan Gus Yani -Bu Min juga menandatangi nota kesepakatan dengan masyarakat Gresik Selatan terkait komitmennya penanganan kali lamong masuk dalam program pembangunan yang prioritas untuk dituntaskan.
Sementara itu saat berkunjung ke cafe Prambanan Benjeng , Gus Yani dan Bu Min menerima perwakilan seniman panggung Cak Reno yang mengeluh dan meminta solusi akibat dampak covid -19 tidak bisa manggung.
” Para seniman selama pandemi covid-19 merasa kesulitan untuk mencari rizki karena susah manggung,”ujarnya.
Mendapat wadulan tersebut, Gus Yani menyatakan bahwa pemerintahan bukan hanya membangunan bangunan secara fisik tetapi bisa mewujudkan pemerintah sebagai jembatan baik korporasi atau pengusaha, masyarakat, seniman dan seluruh komponen bisa menyatu. Hal ini menyitir ungkapan bupati banyuwangi Azwar Anas. Dan dirinya sepakat pada para seniman agar sebagai calon bupati menjadi jembatan penyampaian uneg_uneg atau keluhan untuk mendapat solusi terbaik.
” Akibat dampak pandemi covid, banyak seniman yang mati suri tidak bisa manggung atau tanggapan. Seperti
Dalang Puguh beberapa waktu yang lalu, dianjurkan buat kesenian wayang kulit virtual dan alhamdulillah terlaksana dan berhasil. Akan kita bantu dan upayakan dengan menggandeng Kapolres agar para seniman khususnya panggung dan pemilik sound sistem bisa bekerja lagi,” ungkap Fandi Akhmad Yani. (rud)






