Daerah

Bupati Sambari Launching Landmark Gardu Suling

×

Bupati Sambari Launching Landmark Gardu Suling

Sebarkan artikel ini

 

Tampak (tengah) Bupati Sambari didampingi Gm PT. PJB Gresik dan Forkopimda saat menekan tombol sirine tanda diresmikan landmark Garling

Gresik, Sekilasmedia.com– Acara launching atau peresmian landmark Gardu Suling (Garling) oleh Bupati Gresik Sambari  Halim Radianto di perempatan depan gedung GNI jalan Panglima Sudirman Gresik pada Selasa (22/9/2020), dihadiri segenap Forkopimda, OPD, dan Petinggi PLN PJB UP Gresik.

Kepada awak media, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto atas serahterima sekaligus peresmian landmark Gardu Suling (Garling) oleh General Manager PT  PJB Gresik Ompang Reski Hasibuan sekaligus menyampaikan terima kasih.

” Terima kasih kepada PT. PJB Gresik, Bapak Ompang Reski Hasibuan selaku GM PJB atas kepedulian beliau terkait pemberian hibah kepada pemkab Gresik untuk kepentingan rakyat dalam bentuk Garling,” ucapnya dengan bangga.

Gardu suling peninggalan Penjajah Belanda. Yang aslinya masih ada di sebelah utara, tepatnya dipojok pertemuan simpang tiga jalan Raden Santri-jalan Basuki Rahmad-jalan HOS Cokro Aminoto.

BACA JUGA :  Ngurus Perpanjangan SIM di Polres Kota Mojokerto tidak sampai 10 menit

Garling, disaat saya kecil setiap berbuka puasa di bulan suci ramadhan ” bunyi “, dan didengar kemana-mana, di dua kecamatan waktu itu. Beberapa tahun tidak beroperasi lagi. Lalu saya sambat ke Pak Ompang agar bagaimana caranya Garling bisa dibuat bunyi lagi. Dan solusinya dibuatkan heritage atau landmark Garling dan disetujui beliau, ujar Bupati Sambari.

Nantinya, sesuai fungsinya tetap,  pemkab akan bermusyawarah dengan MUI. Mencari jalan keluarnya supaya saat adzan dhuhur, ashar, magrib dan isya’ dibunyikan sebagai pertanda masuk waktu sholat.

” Karena Gresik kota wali dan kota santri, mudah-mudahan MUI menyetujui dan masyarakat tidak merasa terganggu karena rentan waktu bunyinya hanya 30 detik atau setengah menit. Dan nanti kita sinkronkan dengan masjid Jamik. Karena masjid Jamik menjadi acuan waktu ibadah sholat,” terang Bupati Gresik.

Dengan diserahterimakan Garling kepada Pemkab dan dilaunchingnya oleh Bupati Gresik, General manager PT. Pembangkit Jawa Bali (PJB) Ompang Reski Hasibuan  juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Gresik yang sangat membantu PJB di daerah Gresik sampai hari ini bisa menyalurkan listrik untuk Jawa Bali.

BACA JUGA :  Pemkab Blitar Melalui Dinas Pendidikan Gelar Siraman Rohani Pendidik Paud - SD

” Gresik penopang utama sistem kelistrilan Jawa Bali terutama untuk mensuply Surabaya (metropolis), Gresik dan Mojokerto,” ujarnya.

Jadi seandainya kita padamkan Surabaya dan Mojokerto, kita komando Gresik pasti padam Surabaya, dan juga bisa memadamkan Jawa – Bali. Karena kapasitas termasuk besar ada 2200 MW, tandasnya.

Selama ini banyak dibantu pemkab Gresik termasuk salah satunya, pencapaian proper emas (perusahaan yang patuh terhadap lingkungan ) dan hari ini satu-satunya perusahaan di Gresik yang mendapat proper emas, kata Ompang Reski Hasibuan.

” Dan sebagai bentuk rasa terima kasih kita hibahkan Garling ke pemerintah kabupaten sebagai heritage tetap kokoh ini, yang bisa kita sumbangan ke Gesik . Anggaran PJB bukan pemkab tapi dari PJB dengan besaran Rp.  815 juta,”ucap GM PT. PJB Gresik menutup pembicaraan.

Pada acara launching Garling, Bupati Sambari Halim Radianto didamping Forkopimda dan GM PT. PJB Gresik Ompang Reski Hasibuan menekan tombol sirine Garling dilanjutkan penandatanganan prasasti peresmian Gardu Suling tersebut.

(rud)