Kapolda Jatim Tinjau Operasi Yustisi di Wilayah Rawan Covid-19

×

Kapolda Jatim Tinjau Operasi Yustisi di Wilayah Rawan Covid-19

Sebarkan artikel ini

 

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran M.Si tinjau operasi yustisi di Stadion 10 November.

Surabaya, Sekilasmedia.com – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran M.Si, dan Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo. Bersama pejabat utama dan Kabid humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Sabtu malam (19/9/2020), kembali melakukan pemantauan operasi yustisi protokol kesehatan, di Jalan Tambak Sari Surabaya, tepat di depan Stadion 10 November Surabaya dan Suramadu.

BACA JUGA :  Anggota Poktan Lembaga 1 & 2 Desa Betro Kemlagi Terima Kartu Tani BNI

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres), Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 54 Tahun 2020. Tentang protokol kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19 di Jawa Timur.

Selain pelanggar yang tidak menggunakan masker, masyarakat yang bergerombol di pasar malam Gelora 10 November atau Taman Mundu, juga di kenakan sangsi denda, sesuai dengan Perda nomor 2 tahun 2020.

Oleh karena itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara continue selama masa pandemi, dan dihimbau kepada masyarakat untuk menggelorakan Jatim bermasker.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Siapkan 9 Lahan Milik Perhutani, Untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

“Kita sudah gelorakan Jatim bermasker, sudah jutaan masker oleh Forkopimda Jatim diberikan kepada masyarakat, dan juga sudah sosialisasi, edukasi, mari kita sama-sama sadar, sama-sama berpartisipasi dan sama-sama memberikan dan mengingatkan, gotong royong, Guyup.” Jelasnya Trunoyudo Wisnu Andiko.

Trunoyudo menambahkan, untuk daerah yang perlu dilakukan operasi yustisi, sesuai dengan data yang terkonfirmasi banyaknya pasien positif covid-19. “Sasaran kita mengacu pada data, apa bila disitu merupakan wilayah yang clusternya ada dan kemudian terkonfirmasinya tinggi tentu kita lakukan intervensi dengan melakukan edukasi, preventif, dan juga penindakan.” Pungkasnya.