
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Puluhan Petani Tembakau dengan dibantu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) berbondong bondong mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo, Kamis (03/09/20).
Kedatangan Petani Tembakau dan LSM LIRA Kabupaten Probolinggo untuk audensi atau menyampaikan aspirasi masyarakat bersama DPRD Setempat atas kekecewaan Petani tembakau, pasalnya jerih payah petani tembakau di kabupaten probolinggo tidak dihargai, sampai – sampai sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah, petani tersebut membakar hasil panennya.
Sesampainya dikantor DPRD Kabupaten probolinggo, Puluhan Anggota LSM LIRA dan Petani tembakau merasa jengkel karena mendapat hadangan anggota SATPOL PP saat akan memasuki Kantor dewan perwakilan rakyat daerah.
Spontan Sekda LSM Lira Kabupaten Probolinggo, Deni Ilhami menaiki pagar kantor Dewan sambil berteriak atas penghalangan tersebut.
“Ini kantor kami, kedatangan kami sudah melalui prosedur , kami sudah bersurat kami sudah ijin kenapa kami di halangi, ini kantor rakyat tolong jangan sok, gaji kalian dari kami, kami memilih kalian untuk melihat kami rakyat miskin yang sekarang membutuhkan bantuan suara kalian, jangan kami di tinggalkan begitu saja setelah suara kami kalian manfaatkan, kedatangan kami kesini tepat waktu tolong hargai kami rakyat,” Ucap Deni dengan nada lantang hingga sampai ke pintu masuk kantor dewan.
Saat masuk di ruang bagar banyumas kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Perwakilan Petani dan LSM LIRA di temui dan dibuka langsung oleh ketua fraksi Nasdem komisi B, Sugito sebagai moderator dan diikuti oleh beberapa dewan lainnya.
Mengawali audensi Bupati LSM Lira Probolinggo Samsudin SH , mengatakan dirinya dan rekan – rekan hadir bukan untuk kepentingan pribadi lembaganya melainkan untuk kepentingan bersama utamanya untuk petani kita
“Kedatangan kami ke kantor Dewan ini bukan untuk kepentingan lembaga kami, kami hanya mendampingi para petani yang tidak tahu harus mengeluh pada siapa, dan sekali lagi mohon perhatiannya untuk anggota satpol PP yang bertugas di depan pagar agar di berikan pemahaman tentang etika dalam bertugas , saya mengatakan ini karena tadi kami sempat di hadang yang menimbulkan emosi kami meninggi , tolong kami rakyat dan kalian adalah para wakil kami hargai kami dan dengarkan keluhan kami, karena kami percaya wakil kami yang berada di gedung ini tentunya sangat bijak dan punya hati nurani,” singkat bupati LSM Lira yang di lanjutkan dengan tanya jawab petani dengan dewan.
Sementara itu Petani tembakau dari Pakuniran Muhammad Firdaus mengeluhkan modalnya sebagai petani tembakau dari hasil hutang yang harus dibayar bunganya, dirinya juga menyampaikan agar petani tembakau perlu diperhatikan
“Kami petani tembakau akan memberikan keluhan kami sebagai petani yang semakin paceklik , modal untuk menanam tembakau kami hutang pak. Kami hutang bukan ke bank resmi pak, namun rata rata yang terjadi di daerah kami kami hutang di rentenir, yang hutang 1 jt harus bayar Rp 1,5 juta, ada yang lebih pak , ini terjadi bukan hanya tahun ini saja pak, sudah dari dulu pak saya “pegel” ( marah ) dengan keadaan ini, tolong di catat pak ketua kami ini rakyat yang memilih kalian ,kami adalah juragan kalian namun keadaan kami sangat miris, kalian wakil kami bersepatu dan kami juragan kalian penuh dengan kotoran kerja di sawah, tolong sekali lagi masalah kelangkaan pupuk tolong berikan kami solusi dan dana untuk modal kami juga di pikirkan biar kami tidak lagi pinjam ke rentenir,” jelas Muhammad dengan disaksikan oleh staff Dinas Disperindak , Dinas Pertanian , dan Dinas perekonomian kabupaten Probolinggo.
Disisi lain Mawardi petani lain dari Paiton sedikit menyinggung soal kampanye pileg tahun lalu yang selalu ada saat butuhnya saja padahal jarak anggota dewan yang berhasil duduk di kursi dewan tak jauh dari rumah petani namun tak memperhatikan setelah berhasil meraup suara.
“Para dewan sebenarnya tinggal di khayangan hanya waktu pilkada mereka turun merakyat, namun sekarang para dewan bersama malaikat dan tidak lagi mendengar keluh kesah masyarakat banyangkan rumah dewan ke rumah petani hanya berjarak 10 hingga 20 kilo meter namun para dewan tidak mendengarkan keluhan kami, kita harus maklumi karena dewan sekarang tinggal di khayangan dan hanya datang waktu pileg saja,” kata Mawardi Dengan di sambut tepuk tangan dari para audensi.
Ditempat yang sama, Ketua Fraksi Sugito Menanggapai atas keluhan petani tembakau dan mengatakan akan berupaya untuk membantu agar pihak pihak pembuat kebijakan bisa lebih baik lagi utamanya untuk petani di kabupaten Probolinggo
“Ini adalah masukan terhadap kinerja kami, terima kasih atas saran dan kritikannya, kami dewan tidak bisa bertindak namun kami akan berupaya untuk membantu ke pihak-pihak yang bisa membuat kebijakan agar lebih baik lagi kedepannya terutama untuk petani khususnya,” Ungkap Sugito kepada para petani. (Septyan)






