
LUMAJANG, Sekilasmedia.com– Empat hingga Lima jam diguyur hujan, mengakibatkan rumah dan banyak jalan di Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang mengalami longsor.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Kaliuling, Peni Tumitah, derasnya hujan tepatnya Rabu, 30 September 2020, mulai pukul 18:00 – 22:00 Wib malam sangatlah deras, sehingga dengan hitungan jam bencana alam seperti tanah longsor dan juga akses jalan di beberapa tempat di wilayahnya lumpuh total karena tertimbun tanah longsor.
“Memang sangat deras, mulai dari jam 6 sore hingga hampir tengah malam hujan baru reda, sehingga banyak rumah warga tertimbun longsor dan beberapa titik akses jalan juga lumpuh total,”terang Kades Peni Tumitah.
Atas terjadinya musibah bencana alam tersebut, Peni Tumitah mengatakan, dampak intensitas hujan yang cukup deras banyak mengakibatkan rumah Warga dan jalan jadi korban, namun pihaknya masih bersyukur karena tidak sampai ada korban jiwa.
“Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, tapi rumah warga rusak dan beberapa titik jalan lumpuh total, yang terparah di Dusun Iburaja,”tambahnya. Jum’at, (02/10/2020).
Menyikapi hal tersebut, Pemerintahan Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari di bantu oleh jajaran TNI/Polri serta tim sar BPBD Lumajang, dan juga di bantu Warga bekerja sama membersihkan timbunan tanah longsor, berharap agar tak menutup akses jalan.
“Ya mulai pagi kami bergotong-royong membersihkan timbunan tanah, terutama di beberapa ruas jalan, agar tidak sampai menutup jalan,”Ujar Peni Lagi.
Sementara itu menurut Yoyon alias Jambrong (22), Warga Dusun Iburaja, Desa Kaliuling, “Hujan dari sore sampai jam 11, rumah banyak rusak, jalan yang parahnya lagi rumah pak Sukir mantan Lurah, belakang separo habis, rumahnya Tukiri ambrol, rumahnya Kuncoro parah, pak Lasmono dapurnya menggantung, pos ronda oleng, Dusun Halimo rumahnya Suliman, jalan yang banyak longsor,”Jlentrehnya.
Masih menurut Jambrong yang saat itu lagi Santuy bersama rekannya Arik Arfandi (33), juga warga setempat mengatakan, bahwa jalan yang tertimbun longsor paling parah menuju Dusun Iburaja, karena lahan tanah milik Kas Desa (bengkok) yang di penuhi tanaman pisang tersebut melorot ke ruas jalan.
“Lumpuh total jalan mau masuk Iburaja, tanahnya melorot pindah ke jalan, sekitar 20 an pohon pisang yang pindah ke jalan, itu membersihkan sepertinya pakai alat berat kok,” Kata Jambrong dan Arik Afandi
Sedangkan menurut Kapolsek Tempursari, Polres Lumajang, Iptu.Nanang, S.H., melalui Kanit Reskrim Bripka. Dodik, ketika dikonfirmasi terkait antisipasi terjadinya bencana alam di musim penghujan, dirinya menghimbau pada Masyarakat agar selalu waspada, terlebih dimusim penghujan, bahkan hingga saat ini pihaknya beserta anggota Koramil 0821/18 Tempursari, bergotong-royong dilokasi.
“Memasuki musim penghujan seperti kali ini, kapanpun bisa terjadi tanah longsor dan banjir maupun pohon tumbang, selain tanahnya yang labil juga sangat berbahaya bagi rumah Masyarakat, saat ini kamipun masih dilokasi bersama anggota Koramil, kami menghimbau kepada seluruh warga Masyarakat supaya tetap waspada dan saling berkoordinasi,”pungkasnya. (Maria)






