
Batu, Sekilasmedia.com – Meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu bisa di tempuh dengan berbagai macam cara. Salah satunya seperti yang di lakukan Hill House Resto and Bar dengan menggelar Sunday Market yang di gelar di halaman Hill House Resto and Bar di Jalan Mawar, Kelurahan Songgokerto Kota Batu, Minggu (1/11).
Konsep yang diusung bertujuan untuk berkumpulnya keluarga di hari Minggu. Masyarakat Kota Malang yang ingin jalan-jalan pagi atau bersepeda punya pilihan tempat check point untuk berkumpul sambil membeli makanan atau minuman tradisional di Sunday Market Hill House.
Selain itu tersedia juga barang-barang kerajinan tangan atau sayur dan buah organik yang dapat dibeli di Sunday Market.
Menurut Manager Marketing Hill House, Marissa saat ditemui awak media mengatakan bahwa menggandeng UMKM lokal dalam pelaksanaan Sunday Market ini, harapannya event ini dapat turut membantu perekonomian UMKM apalagi di masa pandemi Covid 19.
“Selain produk-produk yang dijual adalah produk lokal, harga yang ditawarkan juga cukup bersahabat, karena para pedagang dibebaskan mematok harga sesuai dengan yang mereka jual biasanya” Jelasnya.
Lebih lanjut Marissa, mecontohkan dari Nasi Pecel dan Nasi Kuning yang di jual dengan kisaran harga 15.000 – 20.000, dan bisa dinikmati dengan suguhan pemandangan dari Hill House, karena produk-produk tersebut dapat dimakan di tempat.
“Sunday Market ini rencananya akan dilaksanakan setiap Hari Minggu dari jam 8.00 pagi hingga 12.00 siang ” jelasnya.
Menurut Marissa bahwa demi mendukung program pemerintah bebas sampah (zero waste), Hill House juga mengharuskan produk-produk yang dijual menggunakan kemasan ramah lingkungan, baik seperti piring rotan dengan alas daun pisang, atau kotak kardus dan gelas kertas.
“Hal ini pertama kalinya dilakukan di Kota Batu, sejalan dengan konsep Hill House yang ramah lingkungan. Hill House terus berusaha untuk berpartisipasi dalam mengurangi produksi sampah di Kota Batu” pungkasnya.
Dody, salah satu pegiat lingkungan yang tergabung dalam Sapu Bersih Nyemplung Kali (Saber Pungli) sangat mengapresiasi ide dan gagasan konsep tersebut.
“Selain sebagai wadah pemberdayaan UMKM saat terpuruk akibat pandemi Covid 19, konsep ini juga bisa jadi kegiatan kampanye mengurangi sampah. Paling tidak kalaupun masih ada sampah, itu merupakan sampah organik yang masih bisa diolah kembali.” tutupnya. (BAS)





