
Gresik, Sekilasmedia.com – Bertempat di Gedung Patuh lantai 2 Polda Jatim pada Jumat (13/11/2020) Bidhumas Polda Jatim gelar pelatihan multimedia bersama Polres jajaran.
Kegiatan pelatihan multimedia dihadiri pula Kabidhumas Polda Jatim AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., para Kasubbidhumas Polda Jatim, para Kasubbaghumas Jajaran Polda Jatim dan para Operator Subaghumas jajaran Polda Jatim.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini Kabid Humas Polda Jatim AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan tantangan kita baik lokal maupun global masih sama yaitu pandemi Covid-19. Dan tantangan kita pada tahun ini sangat memerlukan kemampuan kita terkait manajemen multimedia.
” Tantangan kita pada era perkembangan saat ini yaitu tanpa batas atau borderless pada perkembangan teknologi baik komunikasi maupun media. Banyak hal yang perlu kita persiapkan dalam menghadapi baik hoax, paham radikal maupun isu sara.”Tegasnya.
Saat ini, lanjut Kabidhumas Polda Jatim menerangkan perkembangan Humas sangat luar biasa dan tidak bisa kita pungkiri itu menjadi beban untuk kita bisa beradaptasi dalam peningkatan kemampuan kehumasan. Humas saat ini bukan lagi menjadi fungsi pendukung dalam Polri tetapi menjadi Fungsi Operasional.
” Program Humas termasuk Program Prioritas Kapolres yaitu manajemen multimedia. Kita harus bisa menciptakan citra Polri yang Promoter yaitu Profesional Modern dan Terpercaya pada masyarakat dalam bidang multimedia,tandas AKBP Trunoyudo Wisnu Andhiko.
Pada sesi materi, pertama diberikan materi tentang materi Patroli Siber, yang dipandu oleh Bripka Liana.
Disebutkan Bripka Liana bahwa Patroli Siber pada prinsipnya sama seperti Patroli Konvensional hanya saja dilakukan dalam dunia maya.
Bagian kehumasan di Polri harus tahu berita itu bermuatan hoax atau tidak. Hoax adalah informasi tidak benar dengan dibumbui dengan kata-kata sedemekian rupa sehingga seolah-olah benar adanya
Di sisi lain Patroli Siber yang dilakukan harus Konten yang Up to date sehingga kita bisa memikirkan langkah untuk menyelesaikan masalahnya,paparnya.
Selanjutnya penyampaian materi oleh Brigadir Futo Parietal, bagaimana cara menyikapi hal-hal yang bergejolak di medsos,agar kita tidak boleh gegabah dalam menanggapinya sehingga kita tidak salah melangkah dalam menyelesaikan masalah.
Bisa dalam bentuk kontra narasi antara lain Gimmick, playing victim, angkat isu identitas, skenario global, propaganda. Contohnya, Cara kontra narasi, kontra Opini terkait Pilkada 2020.
Selain itu, kita harus militan dalam melaksanakan tugas kita dan bekerja dengan ikhlas sebagai prinsip dasar kita dalam melaksanakan tugas,imbuhnya.
Diakhir acara pelatihan multimedia peserta mendapat m arahan Kasubbid Multimedia Kompol M. Z. Rofik. Dalam arahannya disampaikan bahwa dunia ini terbagi menjadi 2 yaitu dunia nyata dan dunia maya.
” Humas memiliki tugas Preemtif di dunia maya sehingga kita harus tingkatkan oatroki siber dan pembuatan konten serta menggiring opini publik sehingga Kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya. (rud)






