Daerah

Pemkot Batu Gelar Apel Siaga Darurat Bencana Hadapi Dampak Lanina

×

Pemkot Batu Gelar Apel Siaga Darurat Bencana Hadapi Dampak Lanina

Sebarkan artikel ini

 

Foto : Walikota Batu saat mengecek kesiapan para personil gabungan, setelah apel siaga darurat bencana.

Batu, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan dari seluruh jajaran serta instansi terkait dalam menangani segala kemungkinan bencana yang terjadi di Kota Batu.

Salah satunya dengan menggelar Apel Siaga Darurat Bencana Menghadapi Musim Hujan di akhir tahun 2020 sampai awal tahun 2021 di wilayah Kota Batu, bertempat di halaman belakang Balaikota Among Tani, Kota Batu, Jumat (20/11).

Potensi terbesar bencana di Kota Batu yaitu tanah longsor, untuk mencegah terjadinya korban jiwa menjelang puncak musim hujan pada Desember nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu siapkan 1100 personil gabungan.

Saat Apel Siaga Bencana Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Batu siapkan 1100 personil gabungan dan ini merupakan langkah preventif menghadapi musim hujan. Pasalnya ada 23,6 persen lahan atau 4.720 hektar dari total luas 20 ribu hektar terancam longsor. Ia menekankan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu terus mensosialisasikan edukasi bencana pada masyarakat.

“Bukan hanya penangganan, tapi paling penting yaitu memberikan pemahaman dan edukasi supaya menjadi lebih pro aktif kepada alam ketika musim penghujan datang,” tegas Dewanti.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kapasitas 38 TFL Program RTLH Dan DAK Perumahan, Dinas Perkim laksanakan Bimtek

Kegiatan ini juga implementasi arahan Presiden RI dan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 440/5605/SJ serta rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang antisipasi kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam situasi pandemi Covid-19 agar pemerintah menyiapkan mitigasi.

“Isinya masyarakat diminta mewaspadai musim hujan hingga 2021. Tata kelola kedaruratan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan dan menyiapkan tempat pengungsian yang layak dan bersih untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dan penyakit lain,” tukasnya.

Kemudian, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu menerangkan prediksi musim hujan bakal terjadi pada Januari dan Februari. Akan tetapi dengan adanya La Nina prediksi tersebut bisa maju pada Desember nanti.

“Mengingat Kota Batu merupakan dataran tinggi dan memiliki kontur tanah yang miring, bencana paling berpotensi yaitu longsor. Untuk itu apel ini sangat penting untuk memetakan pasukan,” paparnya.

Dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu masih ada 15 desa/kelurahan yang dinobatkan sebagai wilayah siaga bencana dengan menggandeng Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dengan anggota setiap wilayah 30 personil relawan. Data dari BPBD ada tiga tempat terbesar yang masuk zona merah yakni kawasan Desa Tulungrejo, Desa Sumberbrantas, dan Desa Gunungsari.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Fatoni Saksikan Display Drumband AAU Memotivasi Generasi Muda Ikut Bergabung 

“Untuk Desa Tulungrejo yang berpotensi sekitar 2.793 hektar, untuk Desa Sumberbrantas berpotensi sekitar 1.055 hektar, dan Desa Gunungsari berpotensi sekitar 523 hektar,” bebernya.

Sementara itu total zona merah terdampak La Nina dengan potensi longsor terdapat 10 daerah. Dijelaskan lebih jauh, untuk 7 zona merah lainya yakni Kelurahan Songgokerto berpotensi 288 hektar yang terancam, dilanjutkan dengan Desa Punten yang berpotensi 24 hektar. Tak hanya itu saja, untuk Desa Sumberejo terancam 22 hektar, lalu Desa Sumbergondo terancam 13 hektar.

“Kemudian tiga zona merah terendah yakni Kelurahan Temas berpotensi 0,77 hektar, lalu Desa Oro-oro Ombo berpotensi 0,47 hektar, dan ditutup dengan Desa Giripurno sekitar 0,06 hektar,” ungkapnya.

Pendataan zona merah tersebut berdasarkan dari historis kejadian bencana tanah longsor dalam kurun 3 tahun terakhir. Dalam antisipasinya, Agung membeberkan bahwa pihaknya telah menyiapkan alat detektor tanah longsor yang telah diletakkan di empat titik.

“Selain itu juga ada 10 personil yang bertugas 24 jam. Ini untuk antisipasi warga agar bisa bersiap dan melaporkan jika melihat kejadian menonjol kepada tim Pusdalops, TRC,” tutupnya.

Apel Siaga Bencana tersebut melibatkan berbagai personel mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dishub, DLH, Dinas PUPR, BMKG, PMI, PLN, RAPI serta relawan bencana Kota Batu. (BAS)