Daerah

Akibat Erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Malang Terdampak Hujan Abu Vulkanik

×

Akibat Erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Malang Terdampak Hujan Abu Vulkanik

Sebarkan artikel ini

 

Foto : Tampak Gunung Semeru mengeluarkan material Lava pijar beserta awan panas yang keluar dari kubang lava.

Malang, Sekilasmedia.com – Meningkatnya Aktivitas Vulkanologi, Pendakian Gunung Semeru Ditutup mulai (30/11), Aktivitas Vulkanologi Gunung Semeru Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terbentang di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang kembali mengalami peningkatan aktivitas.

Dalam kejadian Gunung Semeru saat ini meluncurkan lava pijar sebanyak tiga belas kali dengan jarak 500-1000 meter dari lidah lava kearah Besuk Kobokan dengan disertai gempa ringan berdurasi 1.994 detik.

Menurut plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agus menegaskan bahwa Balai Besar TNBTS mengambil langkah penutupan jalur pendakian secara total mulai Senin kemarin (30/11), dengan pertimbangan keselamatan pendaki dari aktivitas vulkanologi Gunung Semeru sampai waktu yang belum ditentukan. Selain itu, pihak balai besar TNBTS juga mewaspadai adanya gugurnya kubah lava di area kawah Jonggring Saloko.

BACA JUGA :  Polsek Gedangan Berbagi dan Bekali Pengetahuan Agama Bagi Anggota

“Saya menghimbau agar warga tidak melakukan kegiatan dalam radius 4 km di sektor selatan-tenggara kawah aktif Jonggring Saloko, Karena sektor ini menjadi alur luncuran awan panas” tegasnya.

Menurut penjelasan Agus, bahwa tercatat luncuran lava pijar gunung Semeru kembali terjadi ketiga kalinya pada Selasa dini hari (1/12) dengan jarak luncur lebih jauh dibandingkan luncuran lava pijar sebelumnya pada Jumat dan sabtu yang mengarah selatan tenggara yang langsung memberi dampak bagi warga Kawasan Rawan Bencana (KRB) di daerah Malang Lumajang.

“Dari data laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamatan Gunung Semeru, bahwa terjadi letusan sedang, mulai pukul 23.30 Wib sampai 03.00 Wib dini hari dengan dibarengi gugusan lava pijar disertai awan panas mengarah ke sungai Kobokan Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang dengan jarak luncuran 2000 meter” terangnya.

BACA JUGA :  Tiga Dosen Universitas PGRI Banyuwangi Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Kelompok Sumberwangi Sentra Fish

Agus menambahkan jika Gabungan tim relawan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah membuka posko pengungsian di lapangan Kamar Kajang Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro.

“Untuk wilayah Kabupaten Malang, khususnya wilayah didaerah Kecamatan Ampelgading yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang hanya mengalami dampak hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Semeru” tuasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tirtomarto, Joni Suhariyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyupan Kepala Desa se Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang, bahwa jika di wilayahnya yang berjarak 20 kilometer mengalami hujan abu vulkanik material Gunung Semeru.

“Warga menonton ketika terjadi letusan. Ketika meletus kata beberapa warga juga terdengar dentuman tapi tak seberapa,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, selain desanya masih ada dua desa lagi yang lebih berdekatan dengan Kabupaten Lumajang dan juga bukan hanya Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang juga ikut terdampak abu vulkanik Gunung Semeru. (BAS)