Olahraga

Dihadiri Kadispora Novi Rahardjo Dan Ketua KONI Santoso Bekti Wibowo, PSSI Kota Mojokerto Dikukuhkan

×

Dihadiri Kadispora Novi Rahardjo Dan Ketua KONI Santoso Bekti Wibowo, PSSI Kota Mojokerto Dikukuhkan

Sebarkan artikel ini

 

Foto: Novi Raharjo Kadispora, bersama Eko Ari Kriswantoro dan Joko Rustianto ketua PSSI Mojokerto

MOJOKERTO, Sekilasmedia.com – Sepakbola di Kota Mojokerto memasuki babak baru dengan terbentuknya kepengurusan PSSI Kota Mojokerto (Askot PSSI Mojokerto) yang baru untuk periode 2020 – 2024 dengan semangat untuk perubahan yang lebih maju bagi sepakbola Kota Mojokerto sesuai dengan semangat pemerintah pusat Presiden Joko Widodo dengan adanya keinginan Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional, apalagi menjelang Indonesia (termasuk di Stadion Bung Tomo Surabaya) untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan dilaksanakan sekitar bulan Mei – Juni 2021.

Untuk itu pengukuhan pengurus PSSI Kota Mojokerto yang dilaksanakan hari ini (Minggu 13/12/2020) di Hotel Raden Wijaya sekaligus menjadi momentum yang pas untuk pengembangan sepakbola. Semangat yang juga diungkapkan oleh Joko Rustianto ketua PSSI Kota Mojokerto maupun ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo dan Novi Rahardjo Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Kadispora) Kota Mojokerto. “Kita harus bersama-sama untuk memajukan sepakbola di Kota Mojokerto. Tidak bisa hanya PSSI Kota Mojokerto,” ungkap Joko Rustianto saat memberi sambutan di sela pengukuhan Pengurus PSSI Kota Mojokerto periode 2020 – 2024.

BACA JUGA :  Sang Petarung Open Turnament IBCA MMA Piala Dandim 0833 Bukan Hanya Tentang Fisik, Tapi Juga Tentang Mental

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Santoso Bekti Wibowo ketua KONI Kota Mojokerto maupun Novi Rahardjo Kadispora Kota Mojokerto. Menurut Santoso, mengurus sepakbola itu bisa dibilang tidak mudah tapi juga bisa dibilang mudah. Namun yang jelas diperlukan kekompakan dalam banyak hal, apalagi soal pendanaan dan jika bicara mengenai sepakbola profesional. Karena jika bicara profesional sehubungan pendanaan, untuk sekelas klub Persem (Liga 3) milik Kota Mojokerto yang pernah mengalami masuk Babak 32 Besar Nasional, sudah menghabiskan dana sekitar Rp.1,5 Miliar, dalam satu rangkaian kompetisi.

Untuk itu menurut Santoso perlu merangkul pihak-pihak peduli yang kompak, swasta individu maupun swasta sponsor dan lainnya. “Jadi kekompakan memegang peran yang penting,” tandas Santoso Bekti Wibowo yang kebetulan juga menjabat ketua DPC PDIP Kota Mojokerto yang menjadi pemilik kursi terbesar di DPRD Kota Mojokerto dengan lima (5) kursi.

BACA JUGA :  Kejuaraan Menembak Digelar Perbakin, Rebutkan Piala Kapolres Jombang 2018

Hal yang kurang lebih sama diungkapkan Novi Rahardjo Kadispora Kota Mojokerto. Novi menyinggung bahwa anggaran yang disalurkan dari Pemkot kepada KONI Kota Mojokerto misalnya hanya digunakan untuk membeayai sepakbola profesional saja maka tidak akan cukup. Apalagi anggaran yang didapatkan oleh KONI tersebut harus dibagi kepada duapuluh (20) lebih Cabang Olahraga (Cabor). Untuk itu benar-benar diperlukan pihak swasta yang peduli dan kompak. Apalagi menurut Novi, sepakbola masa kini bagaimanapun ada yang berbeda dibandingkan sepakbola masa lalu dimana pada masa lalu sangat minimal konflik. “Menghilangkan total konflik memang tidak mungkin. Namun yang penting harus ada semangat meminimalkan konflik,” ungkap Novi Rahardjo apalagi mengingat soal sepakbola di Kota Mojokerto ada sekitar 28 klub meskipun perlu diverifikasi ulang ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Rustianto juga memperkenalkan figur Eko Ari Ari Kriswantoro exco PSSI Kota Mojokerto yang sekaligus ketua tim soal Persem untuk menjadi Persereoan Terbatas (PT) sesuai dengan regulasi Badan Sepakbola Dunia FIFA maupun regulasi PSSI pusat. Eko Ari Kriswantoro bersama Joko Rustianto melakukan pembicaraan serius mengenai hal tersebut dengan Novi Rahardjo Kadispora Kota Mojokerto. (Siswahyu).