
Blitar,Sekilasmedia.com-Kota Blitar resmi memiliki mesin Metrologi Legal sebagai sarana kebenaran pengukuran serta pelayanan tera, tera ulang dan pengawasan terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) dalam hal transaksi perdagangan.
Pjs Walikota Blitar Jumadi mengatakan, kota Blitar harus dapat menjadi daerah tertib ukur atau DTU. Kata dia, itu harus diraih melalui pembentukan bengkel Metrologi. Bengkel Metrologi, menurutnya merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melaksanakan pelayanan kemetrologoian secara mandiri.
“Untuk itu, saya menyambut baik terbentuknya bengkel Metrologi di kota Blitar. Dengan bengkel Metrologi, kota Blitar mempunyai kewenangan untuk melaksanakan kegiatan pelayanan tera, tera ulang dan pengawasan terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP),” jelas Jumadi seusai meresmikan bengkel Metrologi di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pemkot Blitar, Kamis (03/12/2020).
Pembentukan bengkel Metrologi, menurutnya sekaligus memenuhi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana salah satu kewenangan yang dilimpahkan ke kabupaten/kota adalah pelayanan tera, tera ulang UTTP dan pengawasan.
“Kegiatan pelayanan tera ini bersifat Mandatory. Sehingga, setiap kabupaten kota harus mampu melaksanakan pelayanan kemetrologoian secara mandiri. Karena kalau kita tidak punya Metrologi, kita akan kesulitan bertransaksi perdagangan karena tidak adanya legalitas alat ukur yang digunakan,” terangnya.
Kepada pelaku usaha dalam bertransaksi perdagangan menggunakan UTTP, kata Jumadi, diwajibkan untuk memeriksa atau melakukan tera ulang UTTP. Apabila pelaku usaha tidak tertib memeriksa UTTP yang digunakan dan terbukti rusak, pelaku usaha tersebut bisa dikenakan sanksi.
“Dalam kerangka itulah saya mengapresiasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah melangkah dengan membangun bengkel Metrologi di kota Blitar. Hal ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam pelayanan kepada masyarakat. Sehingga memberi kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat kota Blitar dan dunia usaha. Untuk itu, saya mengingatkan agar bengkel Metrologi berjalan optimal dan harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang dibutuhkan dan dipersyaratkan oleh Metrologi,” paparnya. (Hms/ddg)





