Daerah

Ratusan Pegiat Seni Kabupaten Mojokerto Dapat BLT, Anehnya Ada Yang Komplain

×

Ratusan Pegiat Seni Kabupaten Mojokerto Dapat BLT, Anehnya Ada Yang Komplain

Sebarkan artikel ini
Petugas saat membagi BLT kepada pegiat seni Kab Mojokerto

Mojokerto,sekilasmedia.com-Akibat terdampak pandemi Covid-19, ratusan pegiat Seni Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan BLT ( Bantuan Langsung Tunai) sejumlah 1 Juta Rupiah, pada Senin ( 28/12/2020).

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto kali ini bukan yang pertama, sebelumnya juga sudah pernah diberikan pada masyarakat pegiat seni di tahapan yang pertama, dan kali diberikan pada tahapan yang ke dua.

Ini merupakan kepedulian pemerintah Daerah terhadap masyarakat pegiat seni, sebab sejak bulan maret 2020 hingga Desember 2020, para pegiat seni sangat terdampak, sebab semua job yang diterima tidak bisa maksimal akibat adanya pandemi Covid-19, ” ungkap Wibowo Ketua PAMMI Kabupaten Mojokerto.

Seperti diketahui para pegiat seni yang mendapatkan BLT, tak hanya dari komunitas seniman penyanyi dan musisi saja, namun semua masyarakat yang Terdampak Covid-19 yang berkaitan dengan aktifitas seniman juga mendapatkan BLT, antara lain pemilik usaha Sondsytem, persewaan alat pesta, para perias, dalang juga seniman Bantengan dan ludruk.

BACA JUGA :  TIDAK ADA ALASAN BAGI PNS MAUPUN NON PNS UNTUK TIDAK HADIR APEL.

Lebih lanjut Wibowo memberikan apresiasi kepada pemerintah Daerah, serta mengucapkan terimakasih atas kepedulian pemerintah Kabupaten Mojokerto terhadap masyarakat pegiat seni, bahkan dari komunitas kami yaitu Persatuan Artis musik melayu dangdut Indonesia (PAMMI) hampir 90 persen anggota yang kami ajukan semua terealiasi menadapatkan bantuan tersebut,”ungkapnya.

Masih kata Wibowo, dibalik perhatian Pemerintah Kabupaten Mojokerto masih ada saja seseorang yang tidak paham dan sempat komplain Kepada Kepala Disporabudpar Amat Susilo.

Komplain tersebut melalui Washap yang berisi,” penerima bantuan Nomor urut 88, 89, dan 90 itu bukan penyanyi juga bukan musisi kok dimasukkan sama korwilnya.

,”ini harus kita sikapi dan kita luruskan karena itu uang negara gak boleh buat mainan.

,” menjadikan kecemburuan sosial pak,dan ini sama dengan pemalsuan data bisa masuk Pidana.

Menurut Wibowo, yang kompalin tersebut tidak memahami, bukankah yang menerima BLT saat ini tak hanya penyanyi dan musisi, akan tetapi semua masyarakat pelaku usaha yang berkaitan dengan seniman termasuk Perias, pemilik Sondsytem dan persewaan alat pesta.

BACA JUGA :  Buka Musrenbang RKPD 2025, Pj Walj Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Inovasi Berdampak dan Targetkan Pemuda dalam Pembangunan

Apalagi yang dikomplain adalah Wilayah Kecamatan Puri yaitu Wilayah domisili saya, tapi beruntung lah bagi PAMMI, sebab nomor urut anggota PAMMI yang medapatkan bantuan adalah nomor urut 415 hingga 634. Sedangkan nomor urut 88,89,dan 90 sepertinya dari komunitas diluar PAMMI,” jelas Wibowo.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa kelompok seniman yang mengajukan BLT terdiri dari PAMMI, Gambuzer, Komunitas pegiat seni, juga Bantengan.

Sementara Kepala Disporabudpar Amat susilo saat dikonfirmasi melaui seluler menyampaikan bahwa yang komplain tersebut mengaku orang media yang punya istri seorang penyanyi dan ia tidak mendapatkan BLT.

,” Mungkin dia belum pernah mengajukan ke kita, sebab semua yang mengajukan tetap terakomodir, dan rata-rata yang mengajukan ini melalui komunitas masing-masing seperti PAMMI atau lainnya, ” Pungkas Amat susilo santai. (wo)