TENTARAKU

Bangun Kesejahteraan dengan Bersyukur dan Rendah Diri

×

Bangun Kesejahteraan dengan Bersyukur dan Rendah Diri

Sebarkan artikel ini

Kapuas,Sekilasmedia.com– Ahli dan cekatan dalam memasang papan lantai menjadi pekerjaan yang tidak sulit bagi tukang profesional.

Namun keahlian tersebut tidak hanya dimiliki oleh tukang profesional saja tetapi juga dimiliki oleh Serda Pahliansyah personil TNI yang tergabung dalam TMMD 110 yang merenovasi mushola di desa Saka Lagun Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.

Awalnya tidak ada yang menyangka kalau Serda Pahliansyah mempunyai keahlian lebih dalam bidang pertukangan, namun begitu Serda Pahlianyah pegang alat dan mengerjakan pemasangan papan lantai semua warga kaget dan kagum melihatnya.

BACA JUGA :  Kondisi Alam Membentuk Karakter Anak-anak Pekebun Coklat Menjadi Tangguh

Ternyata selain telaten, pekerjaannya juga sangat rapi. Yang lebih mengagumkan hasil pekerjanya tidak ada bedanya dengan tukang –tukang yang sudah profesional.

Masyarakat yang melihatnya menjadi heran karena sama sekali tidak menyangka kalau Serda Pahliansayah sangat mahir dibidang pertukangan.

Ternyata dalam rendah diri serta banyak bergaul dengan warga, Serda Pahliansyah masih menyimpan keahlian yang luar biasa. Begitulah rendah diri dan tak mau pamer, tetapi dari rendah diri tersebut tersimpan emas yang sangat besar jumlahnya serta manfatnya.

BACA JUGA :  Hanya Bersyukur, Keluarga Nona Rita Sudah Bisa Tempati Rumah yang Usai Direhab TMMD 

Menurut Padhlan, Minggu (14/3/2021) mengatakan,” Seseorang yang cerdas maupun mempunyai keahlian khusus biasanya banyak diam dan rendah diri, tidak mau terpancing dengan apapun, tetapi kalau itu tugas dan tanggung jawabnya dia akan melaksanakannya semaksimal mungkin. Semoga rendah diri Serda Pahliansyah akan menjadi contoh bagi masyarakat Desa Saka Lagun.”

Dengan Contoh rendah diri yang dilakukan oleh Serda Pahliansyah tersebut merupakan bentuk pelajaran berharga bagi masyarakat di wilayah tertinggal. Karena dengan Rendah diri akan dapat membentuk mental dan perilaku masyarakat tertinggal untuk mempunyai tekad menuju sejahtera. (*)