
Batu, Sekilasmedia.com – Ada satu desa wisata baru yang akan berdiri di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Dengan nama Lumbung Bumi, destinasi wisata yang akan dikembangkan di Desa Pendem ini.
Konsep desa wisata berbasis kearifan lokal ini akan mengedepankan potensi wisata pertanian. Semua hal tentang pertanian akan disuguhkan di desa yang berada di perbatasan Kota Batu dengan Kabupaten Malang ini.
Dengan ditunjang dengan panorama alam yang memukau, di tempat ini bakal menjadi nilai tambah, untuk menciptakan destinasi wisata berbasis potensi desa.
Menurut Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi saat ditemui awak media, Senin (1/3) mengatakan bahwa rencana Lumbung Bumi akan didirikan di lahan seluas 4 hektar di tanah Kas Desa, dimana nantinya wisatawan bisa menikmati berbagai wahana rekreasi alam berbasis pertanian.
“Ditempat ini nantinya juga nantinya para wisatawan bisa melihat langsung bagaimana proses penanaman padi hingga dengan beragam spot foto yang indah dengan nuansa yang alami dan eksotis” jelasnya.
Embrio tercetusnya menurut keterangan Kepala Desa Pendem bahwa Lumbung Bumi berawal dari gotong royong warga yang membentuk Kampung Tangguh pada awal pandemi Covid-19. Desa Pendem memang dikenal sebagai sentra pertanian padi.
“Melimpahnya hasil pertanian tak lantas membuat masyarakat puas hanya dengan menggagas Kampung Tangguh Semeru. Ada keinginan besar dari warga masyarakat untuk berkesinambungan dengan mengangkat potensi pertanian di Desa Pendem. Hingga akhirnya muncul ide membentuk destinasi wisata berbasis kearifan lokal setempat” terangnya.
Menurut Efendi sapaan akrab Kepala Desa Pendem bahwa dirinya berharap pada tahun 2021 proses pengerjaan Lumbung Bumi bisa segera rampung. Sehingga bisa dilaunching desa wisata Lumbung Bumi.
“Nanti rencananya objek wisata ini akan dikelola oleh Lembaga Pengurus Desa Wisata Pendem. Bahkan dalam pembangunan objek wisata ini, juga dibangun secara swadaya masyarakat sementara Pemdes masih belum mengalokasikan anggaran pembangunan” tegasnya.
Efendi menambahkan jika pemanfaatan sektor pertanian sebagai wahana wisata, merupakan bentuk terobosan yang mampu memperoleh dua manfaat sekaligus. Yakni, pertanian terjaga serta meningkatkan nilai ekonomis masyarakat. (BAS)





