Daerah

Diskoperindag UMKM Gresik Akan Terapkan Pembayaran e-Retribusi Pedagang Pasar Tradisional

×

Diskoperindag UMKM Gresik Akan Terapkan Pembayaran e-Retribusi Pedagang Pasar Tradisional

Sebarkan artikel ini
Tampak para pedagang sedang membuka rekening tabungan dan ATM Bank Jatim di halaman pasar baru Gresik

Gresik, Sekilasmedia.com – Guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembayaran retribusi pedagang pasar tradisional milik pemerintah daerah kabupaten Gresik, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Gresik  rencananya akan menerapkan aplikasi  sistem informasi pembayaran retribusi pedagang pasar (SIP SIPAS) atau e-retribusi dengan metode scan barcode  atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM Gresik Agus Budiono kepada Sekilasmedia.com mengatakan bahwa  pembayaran retribusi secara online (e-retribusi) dengan menscan barcode sebagai salah satu inovasi  dalam pengoptimalan penatausahaan retribusi pelayanan pasar.

Dan rencananya ke depan, sistem pembayaran online akan diterapkan di pasar tradisional milik pemkab Gresik. Dan pasar baru yang mengawalinya.

”  Aplikasi SIP SIPAS  ( e-retribusi) atau pembayaran retribusi secara online akan mempermudah kinerja bagian retribusi UPT Pasar dalam rangka pembayaran retribusi kepada para pedagang pasar. Dalam pelaksanaannya di lapangan  Diskoperindag dan UMKM bekerjasama dengan Bank Jatim,” ungkapnya, Senin (29/3/2021).

Selain itu,  sambungnya dengan program tersebut nanti akan terjadi perubahan pembayaran retribusi yang sebelumnya secara manual atau tunai menjadi secara elektronik atau non tunai. Selain itu, diharap dapat meminimalisir timbulnya piutang retribusi baru. Dan terakhir, menindaklanjuti rekomendasi BPK RI untuk melaksanakan penatausahaan  piutang yang berlarut-larut dan berpotensi tidak tertagih.

BACA JUGA :  Pj Walikota Probolinggo Serahkan BLT DBHCHT Ke Penerima Manfaat

” Sasaran manfaatnya diharapkan  dapat memaksimalkan target realisasi retribusi di SKPD,” tukas Agus Budiono di ruang kerjanya.

Menambahkan apa yang telah disampaikan Kadiskoperindag dan UMKM Gresik Agus Budiono, Kabid Perdagangan Diskoperindag dan UMKM Gresik Minhad menerangkan bahwa  sistem pembayaran retribusi secara online  dengan metode scan barcode (QR-payment) bisa menggunakan gawai. Saat ini sudah tidak gesek-gesek kartu kredit atau debit di mesin ECD lagi.

Sistem terbaru pembayaran digital QR-payment saat ini telah banyak dipilih sebagai pembayaran online karena dianggap lebih efisien, efektif dan cepat.

QR payment adalah sistem pembayaran yang menggunakan sebuah barcode atau QR (Quick Response) Code yang akan discan setiap akan melakukan transaksi pembayaran. Biasanya sistem QR payment membutuhkan koneksi internet setiap akan melakukan transaksi pembayaran ketika QR-code yang tertera pada gawai akan discan, bebernya.

Setelah  diterapkan di pasar baru sebagai pilot project dan berjalan maka akan dilanjutkan  di 6 pasar tradisional lainnya seperti pasar Sidomoro, pasar Kota, pasar Petiken Driyorejo, pasar Sidayu, pasar Dukun dan pasar Giri.

” Sebelum sistem pembayaran reteibusi secara online dijalankan, terlebih dulu para pedagang diwajibkan membuka rekening di Bank Jatim dulu. Dan pemohon akan mendapat buku rekening dan ATM Bank Jatim. Selanjutnya saat pembayaran retribusi di pedagang maka  petugas retribusi UPT Pasar akan menscan tanda barcode (QR-code ) yang ditempel di tembok stand pedagang dengan gawai atau smartphone,” jelas Minhad.

BACA JUGA :  Om Zein Hadiri Rakor Infrastruktur Jabar di Karawang, Tegaskan Komitmen Purwakarta

Dengan aplikasi SIP SIPAS (e-retribusi),  UPT Pasar secara online bisa memonitor dan mengecek admintrasi retribusi pedagang pasar, apa sudah bayar retribusi atau  belum. Kalau belum maka bisa segera ditagih untuk bayar, imbuhnya.

Terkait program pembayaran retribusi secara online (e-retribusi) , Kepala UPT  Pasar Baru Gresik Zaini Sa’dan mengatakan sangat mendukung sekali program dari Dinas untuk pembayaran retribusi non tunai bagi pedagang pasar baru Gresik.

” Dalam mendukung suksesnya  program ini, pihak  UPT pasar Baru sebelumnya sudah memasang pemberitahuan baik melalui selebaran maupun himbauan kepada  para pedagang terkait program e-retribusi dengan qr-payment. Dengan terlebih dulu membuka rekening tabungan dan ATM Bank Jatim ” tandasnya, Selasa (30/3/2021).

Adapun jumlah pedagang pasar baru yang terdaftar sebanyak 650 orang. Dan kelihatannya para pedagang sangat antusias sekali dengan mengunjungi anjungan  sementara Bank Jatim  di halaman pasar baru Gresik yang diadakan selama 4 hari, mulai Senin-Kamis (29/3-1/4/2021), pungkas Zaini.

Disampaikan juga, setelah link dengan Bank Jatim selanjutnya para pedagang bisa melakukan top up atau isi ulang apabila isi rekening habis saat  akan melakukan transaksi  pembayaran retribusi secara online di agen Laku Pandai Bank Jatim Pasar Baru Gresik  terletak di Blok C92-93.

(rud)