
SURABAYA, Sekilasmedia.com – Rakerda DPD Partai Hanura Jawa Timur masih berlangsung hari ini, Sabtu 13 Maret 2021, di Hotel Royal Tulip Darmo jalan Bintoro Surabaya yang pada hari pertama, dimana pada hari Jumat 12 Maret 2021 dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Dalam Rapat Kerja Daerah Hanura itupun, Wagub Jatim Emil Dardak langsung mendapatkan curhat dari DPC-DPC se-Jatim yang disampaikan oleh Yunianto ‘Masteng’ Wahyudi selaku Ketua DPD Partai Hanura Jatim, bahwa selaku pengusung Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak pada Pemilihan Gubernur tahun 2018 yang lalu, DPC-DPC Hanura di Jatim merasa belum mendapatkan tindak-lanjut dari Khofifah-Emil Dardak.
Ungkapan itupun disambut Antusias Wagub Jatim Emil Dardak dengan menyebut: “Pesan cinta diterima, Pak Ketua,” sambut Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus, M.Sc pria kelahiran 20 Mei 1984 ini, dalam acara yang juga dihadiri sejumlah pengurus DPP Hanura termasuk Djafar Badjeber wakil Ketua Umum DPP Hanura, Gerry Dewan Penasehat DPP Hanura, dan Gardi Gazarin SH Ketua DPP Bidang Pembinaan Dan Pemenangan Wilayah Jatim.
Gardi Gazarin, yang juga ketum Indonesia Cinta Kamtibmas/ICK pusat, merespon positif ketika Wagub Jatim Emil Dardak menekankan bahwa politisi yang menjalankan amanah atas dasar hati nurani merupakan sesuatu yang sangat penting. Menurut Emil Dardak, dengan hati nurani (pula) maka politisi bisa menjadi Negarawan. Dan menurutnya, Negarawan berfokus untuk memenangkan (peduli, red.) generasi selanjutnya.
Meskipun forum Rakerda tersebut telah “menodong” Wagub Jatim Emil Dardak, pembicaraan ‘liar’ tidak hanya disitu. Bahkan ada bisik-bisik, ada rerasan, obrolan santai diluar forum di sela peserta Rakerda yang minta agar dilakukan evaluasi, kenapa Hanura di pusat hanya dapat jatah yang sangat sedikit? Diantara jatah yang didapat adalah Benny Rhamdani yang mendapat posisi sebagai Kepala BNP2TKI, lalu Zulnahar Usman mantan Bendahara Umum (asal Aceh, red.) yang mendapatkan posisi sebagai komisaris Bank BRI. Zulnahar Usman mendapat posisi Komisaris Bank BRI itu diantaranya beriringan dengan sejumlah struktur diantaranya Sunarso selaku Direktur Utama Bank BRI, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang mendapatkan posisi sebagai Komisaris Utama Bank BRI, juga ada Dwi Ria Latifah mantan anggota DPR RI PDIP yang mendapat posisi sebagai komisaris Bank BRI.
“Padahal Hanura menjadi pengusung Joko Widodo untuk menjadi Presiden sejak Pilpres tahun 2014 dimana Hanura masih ada di DPR RI dengan modal 16 kursi ketika tahun 2014 itu. Lalu dukungan berlanjut pada Pilpres 2019,” kata sumber yang enggan diungkap namanya seraya menyebut Perindo yang baru ikut mendukung pada Pilpres 2019, jatahnya ada yang Wakil Menteri sedangkan Hanura tidak dapat jatah setingkat Wamen. Bahkan relawan Pro Joko Widodo (Projo) jatahnya juga ada yang Wakil Menteri yaitu Budi Arie sebagai Wakil Menteri Desa PDTT.
Pembicaraan soal jatah tersebut menjadi bisik-bisik antar peserta. Menurut Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Politik, serta buku Bung Karno Dan Pak Harto, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam dunia politik. Apalagi selama koridor jabatan adalah untuk menuju Negarawan sebagaimana telah disampaikan Wagub Jatim Emil Dardak saat memberi sambutan dalam Rakerda Hanura Jatim tersebut.
“Membicarakan soal jabatan dalam dunia politik adalah wajar-wajar saja. Yang terpenting adalah untuk menjadi Negarawan,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga pemerhati masalah sosial dan olahraga, termasuk soal sepakbola ini.
Sekadar pengetahuan, susunan Direksi dan Komisaris Bank BRI. Untuk susunan Dewan Komisaris adalah sebagaimana berikut dibawah ini dimana untuk Komisaris Utama ditempati Kartika Wirjoatmodjo pria kelahiran Surabaya 18 Juli 1973 yang juga menjabat Wakil Menteri BUMN.
Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo; Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Ari Kuncoro.
Kemudian Komisaris Independen adalah: R Widyo Pramono, Rofikoh Rokhim, Hendrikus Ivo, Dwi Ria Latifa, dan Zulnahar Usman. Lalu untuk Komisaris adalah: Rabin Indrajad Hattari, Nicolaus Teguh Budi Harjanto, dan Hadiyanto.
Kemudian untuk Direksi adalah sebagaimana berikut dibawah ini, dimana untuk Direktur Utama Bank BRI dijabat Sunarso, pria kelahiran Pasuruan 7 November 1963.
Direktur Utama: Sunarso; Wakil Direktur Utama: Catur Budi Harto; Direktur Keuangan: Viviana Dyah Ayu Retno; Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN: Agus Noorsanto; Direktur Digital dan Teknologi Informasi: Indra Utoyo; Direktur Bisnis Mikro: Supari; Direktur Bisnis Kecil dan Menengah: Amam Sukriyanto; Direktur Jaringan dan Layanan Arga: Mahanana Nugraha; Direktur Kepatuhan: Ahmad Solichin Lutfiyanto; Direktur Manajemen Risiko: Agus Sudiarto; Direktur Konsumer: Handayani; Direktur Human Capital: Agus Winardono. (Siswahyu).






