
Blitar, Sekilasmedia.com – Musrenbang merupakan agenda tahunan di mana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian di usulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Ir. Suwandito Kepala Bappeda merasa senang atas reaksi dari Asosiasi Pemerintah Desa (APD) atas respons proses musrenbang artinya apa yang dilakukan Bappeda untuk melaksanakan amanah musrenbang mendapat perhatian.
“Terima kasih saya senang sekali dengan adanya reaksi dari APD yang merespon terhadap proses musrenbang artinya bahwa apa yang dilakukan oleh Bappeda melaksanakan amanah untuk pelaksanaan musrenbang ini benar-benar mendapatkan respon, perhatian yang serius dari para stakholder pelaku pelaku utama Musrenbang, ” ucap Suwandito
Suwandito mengatakan bahwa musrenbang adalah langkah atau tahapan untuk menyusun yang namanya dokumen RKPD rencana kerja pemerintah daerah untuk tahunan.
“Musrenbang langkah atau tahapan untuk menyusun yang namanya dokumen RKPD rencana kerja pemerintah daerah untuk tahunan, misalkan mulai musrenbang kecamatan bentuknya adalah mengolah apa yang menjadi prioritas di tingkat wilayah kecamatan, trus ditindaklanjuti tingkat forum perangkat daerah, kemudian dibawa ke Musrenbang Kabupaten,” ucap Suwandito.
Suwandito menambahkan hasil Musrenbang adalah prioritas utama, karena refokusing untuk covid-19, tapi usulan tetap diutamakan.
“Hasil musrenbang sejak 2019, kami benar benar bisa mengawal musrenbang, kita lihat alokasi di APBD, misal lebih dari 30milyar sejak 2019 dari dinas PU jadi tidak blong tidak zong. Artinya bahwa sejak 2019 tidak lagi menerapkan pagu indikatif kecamatan 1 milyaran sehingga alokasi bisa lebih dari 22 M. Yang tahun 2020, 2021 juga terakomodir kegiatan infrastruktur di PUPR lebih dari 30 M, namun di 2 tahun ini ada amanah dari pusat utk refokusing APBD sehingga banyak kegiatan harus dibatalkan termasuk sebagian mengenai kegiatan hasil musrenbang. Yang tahun 2020, 2021 semua kita tampung, nah adanya refokusing anggaran karena covid 19. Artinya pemkab Blitar tidak merefokusing semua hasil musrenbang, tapi hanya sebagian hasil musrenbang karena kebutuhan refokusing cukup besar sekitar 63 M. Respon dari APD tentunya sama sama menyemangati untuk terus melakukan perbaikan dari apa yg sudah dicapai,” tutup Suwandito. (ddg)






