TENTARAKU

TMMD Membangun Ekonomi Masyarakat di Perbatasan Hutan Bojonegoro

×

TMMD Membangun Ekonomi Masyarakat di Perbatasan Hutan Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
TNI bersama warga gotong-royong memperkuat jalan dengan makadam di Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.

Bojonegoro, Sekilasmedia.com – Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro memiliki luas 209.52 Km², terdiri 18 desa, 65 dusun, 95 RW dan 378 RT.

Dari 18 desa itu, terdapat dua desa yang mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat, yaitu Desa Ngrancang dan Jatimulyo. Dua desa ini jaraknya berdekatan. Selain itu juga sama-sama memiliki kemiripan secara geografis. Cukup dekat dengan kawasan hutan.

Pagi itu, masyarakat cukup antusias menyambut kedatangan TNI. Mereka begitu gembira setelah tahu kampung mereka masuk program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Tahun 2021. Kedatangan Wagub Jatim Emil Dardak, Selasa (02/03/2021) bersama jajaran Forkopimda Jatim dan Bojonegoro disambut penuh suka-cita oleh masyarakat.

Desa Ngrancang dan Jatimulyo memiliki kondisi alam yang cukup potensial untuk dikembangkan, namun tentunya harus didukung infrastruktur yang memadai. Harapan inilah yang ditangkap oleh TNI, untuk bersama-sama membangun ekonomi masyarakat.

Harapan baru memiliki akses jalan yang memadai hingga infrastruktur yang menunjang. Jalan yang baik, sarana umum yang baik, dan tentunya ikut membangun Rumah Tinggal Layak Huni untuk masyarakat tidak mampu.

Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M Dariyanto mengatakan, sepanjang 2800 meter jalan di Desa Ngrancang dan Jatimulyo dibangun sedemikian bagusnya. Semua agar masyarakat bisa menikmati kesejahteraan.

“Hal ini menjadi salah satu wujud kemanunggalan TNI bersama rakyat,” tegas Danrem.

Betapa tidak, jalan yang membelah hutan itu dikerjakan secara gotong-royong oleh TNI dan masyarakat setempat. Tidak ada lagi batas antara TNI dan rakyat biasa. Semuanya membaur mewujudkan asa bersama. Mereka memoles jalan yang rusak itu, merubahnya dengan jalan aspal yang nyaman digunakan. Ekonomi pun akan lancar selanjutnya. 

Kepala Penerangan Korem 082/CPYJ Mayor caj Supranoto bahkan merasa terharu saat meninjau langsung pembuatan jalan baru sepanjang 2,8 Km itu. Dirinya menjadi saksi hidup bagaimana TNI dan masyarakat berduyun-duyun memperkuat jalan yang rusak itu dengan makadam terlebih dahulu.

“Sebelumnya jalan tersebut berupa jalan Paving dengan kondisi yang terlihat rusak parah,” kata Supranoto. 

Memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Program TMMD kali ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Diantara ketatnya protokol kesehatan dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang melekat di tubuh, semangat tanpa batas tetap membara di hati para petugas. Bukan hanya jalan rusak yang menjadi prioritas. Ada jalan sekolah, bedah rumah, perbaikan fasilitas umum, hingga infrastruktur lainnya.

Membangun Rumah Tinggal Layak Huni

BACA JUGA :  Cek Kesiapan Pam Pemilu, Kodim 0815/Mojokerto Terima Kunjungan Tim Mabesad

Ibu Anti adalah satu diantara puluhan orang yang merasa paling bahagia dengan adanya program TMMD ini. Wanita paruh baya berusia 50 tahun itu akan segera memiliki rumah baru. Rumahnya yang sudah rapuh, dengan dinding kayu yang mulai lapuk dan atap yang seperti akan runtuh itu akan berganti dengan rumah yang layak huni.

“Materialnya sudah banyak yang rusak. Semoga setelah dibangun nanti bisa layak dihuni. Terimakasih bapak TNI,” ujarnya penuh haru. Matanya berbinar-binar bahagia.

Ibu Anti adalah satu dari sepuluh warga Desa Ngrancang yang rumahnya direnovasi. Dia berharap dengan adanya program ini, masyarakat bisa merasakan dampak masif secara ekonomi. Kesejahteraan pun bisa terwujud jika ekonomi terpenuhi. (wo/joe)