TENTARAKU

TNI Bersama Masyarakat Laksanakan Pengecoran Mushollah Darussalam Kaliuling

×

TNI Bersama Masyarakat Laksanakan Pengecoran Mushollah Darussalam Kaliuling

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG, Sekilasmedia.com- Koramil 0821/18 Tempursari terjunkan personilnya untuk terus berupaya melakukan pembinaan teriktorial (Binter) di wilayah binaan,

Kegiatan tersebut merupakan salah satunya dengan melaksanakan karya bakti pengecoran pondasi mushollah Darussalam yang rusak pasca gempa.

Saat kegiatan tersebut, Danramil 0821/18 Tempursari Kapten Inf Rianto mengatakan bahwa kegiatan yang laksanakan tersebut merupakan bentuk dari pembinaan teriktorial, yang dilakukan oleh anggota koramil.

Hal tersebut di lakukan langsung saat bersama Masyarakat melaksanakan karya bakti pengecoran pondasi mushollah Darussalam, di Dusun Iburaja RT 001 RW 008 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

BACA JUGA :  Dandim Beri Semangat Pada Sertu Taslim Saat Gali Pondasi

Rianto juga mengatakan, bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Wilayah, akan terus berperan aktif dalam upaya penanganan bencana alam, karena merupakan wujud kepedulian TNI terhadap Masyarakat.

“Pengecoran pondasi musala diharapkan cepat selesai, sehingga pembangunan musalanya dapat dilakukan dengan waktu yang cepat, karena selama ini, Masyarakat masih menggunakan tenda darurat untuk tempat beribadah.” Ujarnya.

BACA JUGA :  Babinsa Jogoloyo Bantu Pelaksanaan Fogging di Wilayah Binaan

Selain itu, Rianto juga menuampaikan bahwa sesuai dengan Undang-undang TNI Nomor 34 tahun 2004, TNI selain melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP), juga bertugas melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

“Semoga dengan kegiatan kerja bakti yang kita lakukan secara bersama-sama ini, dapat memberikan manfaat bagi Masyarakat Kaliuling yang terdampak gempa, sehingga dapat menggunakan mushollah untuk tempat beribadah.” Pungkasnya. (Hartono/Maria)