Daerah

Gus Taji Dukung PKB – PPP – PKS – Nasdem, Agar Ada Capres Gibran, Baim Wong, Dan KH Gustur

×

Gus Taji Dukung PKB – PPP – PKS – Nasdem, Agar Ada Capres Gibran, Baim Wong, Dan KH Gustur

Sebarkan artikel ini

SURABAYA,Sekilasmedia.com– Meskipun Program Legislasi Nasional (Prolegnas) soal Revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (Pemilu) telah dibatalkan sehingga pembahasan tentang perubahan Undang-Undang Pemilu pasti tidak dilaksanakan pada tahun 2021, namun masih diyakini bahwa belum tentu tidak akan dimasukkan lagi dalam Prolegnas tahun 2022, dan belum tentu pula bahwa Presidential Threshold saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 dalam prosentase yang sama dengan Pilpres tahun 2019 (PT/ Ambang Batas Minimal Calon Presiden – Calon Wakil Presiden 2024, sebesar 20 persen kursi DPR RI atau 25 persen suara nasional, red.). Kurang-lebih hal tersebut disampaikan R. Tri Harsono Forum Peduli Indonesia Sejahtera (FPIS) dalam diskusi terbatas di Surabaya kemarin, Sabtu 29 Mei 2021.

Harapan tentang pengurangan Presidential Treshold dari 20 persen kursi menjadi 10 persen kursi dan 15 persen kursi juga pernah dilontarkan oleh sejumlah pihak termasuk partai politik (parpol) diantaranya PKB, PPP, Demokrat, PKS dan Partai Nasdem. Akan tetapi sayangnya PKB, PPP, dan Nasdem sebagai parpol pemerintah kemudian menganulir hal tersebut sehingga menjadikan tahun 2021 ini belum ada revisi Undang-Undang Pemilu. Meskipun masih ada kemungkinan untuk dilakukan tahun 2022.

Terpisah, Gus Ahmad Taji (Gus Taji) tokoh Majapahit Jawa Timur asal Mojokerto merupakan salah satu tokoh yang sebenarnya mendukung rencana usulan perubahan PT oleh PKB, PPP, dan Nasdem serta sejumlah pihak lain itu. Karena dengan PT diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen misal maka akan kian membuka peluang untuk tampilnya Calon Presiden (Capres) ataupun Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang lebih variatif dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Bisa memberi kesempatan Capres – Cawapres yang berasal dari daerah misal KH Gustur dan La Nyalla Mattalitti, juga bisa menjadi ajang untuk memberi kesempatan ‘berlatih’ menjadi Capres – Cawapres kepada lebih banyak figur alternatif misal Abdul Muhaimin Iskandar/Gus AMI PKB (kelahiran Jombang, 24 September 1966, red.) Agus Harimurti Yudhoyono/AHY Demokrat (kelahiran 10 Agustus 1978, red.), Gibran Rakabuming Raka putera Presiden RI Joko Widodo (kelahiran 1 Oktober 1987, lulusan Universitas Teknologi Sydney / Universiry Of Technology Sydney Australia, red.) bahkan juga artis-artis seperti Raffi Ahmad (kelahiran 17 Februari 1987, red.), artis Desy Ratnasari yang anggota DPR RI (kelahiran 12 Desember 1973, red.), Baim Wong/Muhammad Ibrahim (kelahiran 27 April 1987, red.) dan lain-lain.

“Namun sayang sekali PKB, Nasdem, dan PPP sebagai parpol pemerintah lantas menganulir usulannya itu. Hingga rencana revisi Undang-Undang Pemilu pun dihilangkan dari Prolegnas tahun 2021 ini. Meskipun masih bisa saja masuk Prolegnas pada tahun depan, tahun 2022, akan tetapi bisa juga hal itu akan lebih menjadi alat tarik ulur secara politik,” ungkap Gus Ahmad Taji yang juga mendukung Capres – Cawapres dari daerah Jawa Timur seperti La Nyalla Mattalitti, KH Gustur, Abdul Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono dan lain-lain ini.

BACA JUGA :  Inilah Langkah Pemkab Mojokerto Tangani Kekerasan Anak dan Perempuan

Pada kesempatan lain, sejumlah hal yang kurang lebih sama disampaikan Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto. Menurut Siswahyu Kurniawan seumpama benar-benar PT untuk Pilpres 2024 turun menjadi sepuluh persen (10%) dari 575 kursi DPR RI (periode 2019 – 2024) yang ada, berarti dibutuhkan minimal ‘hanya’ 57,5 kursi atau dibulatkan jadi minimal 58 kursi untuk bisa maju/mengusung Capres – Cawapres 2024. Sehingga bisa saja banyak parpol yang bisa mengusung Capres – Cawapres, yang hal tersebut juga penting untuk ‘mengatrol’ parpol tersebut dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 apalagi Pemilu 2024 rencana serentak untuk Pilpres, Pemilihan Legislatif (Pileg) mulai dari DPD RI, lalu DPR RI hingga DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Juga bareng dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 34 Provinsi serta 500 lebih Pilkada di Kabupaten/Kota. Dengan keserentakan itu menjadikan parpol yang bisa mengusung Capres – Cawapres akan mendapat keuntungan besar dibandingkan parpol yang tidak bisa mengusung Capres – Cawapres.

Sehingga jika dengan minimal 58 kursi bisa mengusung Capres – Cawapres sendiri maka parpol yang tidak perlu koalisi untuk Pilpres 2024 adalah PDIP (128 kursi), Golkar (85), Gerindra (78), Nasdem (59) dan PKB (58).

Sedangkan Demokrat (54 kursi) cukup koalisi misal dengan salah satu diantara PKS (50) atau PAN (44) atau PPP (19) maka sudah cukup untuk mengusung Capres – Cawapres sendiri. Begitupun PKS yang memiliki 50 kursi, cukup koalisi dengan salah satu parpol diantara PAN atau PPP maka sudah cukup untuk bisa usung Capres-Cawapres. Jika hal-hal tersebut terjadi maka akan ada sekitar tujuh (7) pasangan Capres – Cawapres 2024.

Belum lagi jika Presidential Threshold diturunkan hanya menjadi dua setengah persen (2,5 %) dari 575 kursi DPR RI maka seluruh parpol pemilik kursi di DPR RI bisa mengusung Capres – Cawapres sendiri. Dalam momen semacam itu Siswahyu Kurniawan setuju seperti yang disampaikan Ahmad Taji maka akan memunculkan lebih banyak lagi figur-figur alternatif untuk ‘berlatih’ seperti yang disebut Ahmad Taji yaitu La Nyalla Mattaliti, KH Gustur, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gibran Rakabuming Raka, juga sejumlah artis yang peduli sosial secara ‘alamiah’ seperti Desy Ratnasari, juga artis Raffi Ahmad dan Baim Wong / Muhammad Ibrahim yang telah memiliki penggemar tersendiri yang aktif – interaktif diantaranya via media sosial termasuk youtube.

BACA JUGA :  Danrem 082/CPYJ Turut Hadir Dalam Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2022

Apalagi menurut Siswahyu Kurniawan diantara sejumlah artis itu juga sedang serius ikhtiar untuk ikut membenahi klub sepakbola di Indonesia, misal Raffi Ahmad yang telah menangani klub Liga 2 RANS Cilegon FC dan akan membuat sepuluh (10) ‘satelite’ pembinaan di sepuluh daerah. Diantara yang bisa dijadikan satelite misal Watudakon Footbal Academy (FA) Jombang Jawa Timur yang diantaranya ditangani Yusuf Ekodono salah satu legenda Timnas dan Persebaya. Lantas Baim Wong juga sedang menjajagi klub Liga 2, entah itu Sriwijaya FC atau Persiwar Waropen, atau yang lain. Sekadar melengkapi, Kaesang Pangarep (kelahiran 25 Desember 1994, lulusan Singapore University Of Social Science, red.) yang adik dari Gibran Rakabuming kebetulan juga sedang menangani klub Liga 2 Persis Solo Jawa Tengah.

“Artis Raffi Ahmad, Baim Wong, Atta Halilintar jika benar-benar serius ikut membenahi persepakbolaan di Indonesia dengan bisa menyedot berbagai pihak untuk menjadi sponsor maka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak Indonesia usia transisi, apalagi bagi pesepakbola usia muda transisi mulai dari U-15, U-16, U-17, U-18, hingga U-21. Jika mereka bisa mengorbitkan banyak pesepakbola dari berbagai daerah tersebut maka nama mereka akan kian melekat pada pesepakbola usia muda. Serta jangan lupa memperhatikan pelatih-pelatih muda potensial yang membutuhkan dukungan. Apalagi dalam situasi-kondisi pandemi Covid-19 ini banyak pelatih muda yang butuh dukungan seperti dari para artis, juga sponsor, dan pihak-pihak peduli agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif seperti misal hanya cenderung memanfaatkan anak didiknya,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga humas Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia Jawa Timur dan humas PSSI Kota Mojokerto ini.

Menurut Siswahyu Kurniawan jika artis-artis peduli semacam Raffi Ahmad, Baim Wong, Atta Halilintar maupun yang lainnya peduli dan mau membantu memajukan pesepakbola muda Indonesia diantaranya adalah dengan menjadi jembatan bagi sebanyak mungkin pesepakbola muda itu agar bisa melakukan lompatan menjadi pesepakbola profesional. Diantara strategi adalah para artis tersebut ‘berbagi’ daerah pembinaan. Misal jika Raffi Ahmad rencana merambah 10 daerah, bisa saja Atta Halilintar 11 daerah, dan Baim Wong 13 daerah. Sedangkan artis yang lain bisa melengkapi pemerataan ‘satelite’ pembinaan ke daerah-daerah tersebut. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).