
Jombang,Sekilasmedia.com Di lokasi TMMD ke 111 Munungkerep masih terjadi hujan walaupun seharusnya sudah memasuki musim kemarau, hujan tetap mengguyur sebagian besar wilayah yang di Pulau Jawa Juni ini.
Menurut penjelasan peneliti klimatologi Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan, keadaan ini disebabkan oleh pembentukan pusat tekanan rendah berupa pusaran angin di selatan ekuator dekat pesisir barat Jawa dan Sumatra. Bahkan, keadaan ini diprediksi bertahan sepanjang periode musim kemarau.
Hujan ini juga dirasakan petani di wilayah desa Munungkerep yang saat ini terdapat kegiatan TMMD ke 111. Selesai hujan rendah, mereka mulai membenahi tanaman tembakaunya. Sehingga tanaman tembakau mereka tidak terjadi proses pembusukan atau kematian, rabu 30 juni 2021.
Kegiatan ini di lakukan oleh satgas TMMD ke 111, di selah selah istirahat mereka membantu petani tembakau. Kondisi hujan terus-menerus di fase musim kemarau ini sangat dirasakan oleh para petani, khususnya para petani tembakau di munungkerep.
Hujan yang tiada henti itu membuat banyak tanaman tembakau di sana mati karena terendam air. Apalagi, tembakau di sana ditanam di dataran rendah yang rawan menjadi pusat genangan air.





