
Jombang,Sekilasmedia.com– Memasuki Lokasi TMMD ke 111 terlihat hamparan luas tanaman tembakau. Ketika memasuki sebuah kampung tepatnya di desa Munungkerep mulai terlihat tanaman pandan, itu telah jadi sumber penghidupan warga sekitar. Petani biasa memangkas daun pandan di kebun lalu mengikat dan membawanya pulang. Di rumah, para ibu rumah tangga sudah menanti kedatangan bahan itu untuk diproses kemudian.
Sebut saja ibu Siti salah satu pengrajin tikar di desa Munungkerep yang lagi asyik mengolah daun pandan untuk di buat tikar, bersama satgas TMMD ke 111 menceritakan pentahapan pembuatan tikar yang dibuatnya.
“Butuh proses panjang sampai produk tikar halus siap dipasarkan” kata ibu siti 56 tahun warga Desa munungkerep Kecamatan Kabuh , mulai dari membersihkan duri-duri tajam yang melindungi tanaman lantas mengupas permukaan daun itu agar lebih halus. Sampai dengan selesai menjadi tikar membutuhkan waktu 2 hari untuk 1 tikar dengan ukuran 1,5 m x 2 m, “Pandannya menanam di kebun sendiri, ” katanya, Sabtu 19 Juni 2021.
Ketika menjadi tikar ibu Siti menjualnya ke pengepul dengan harga bervariasi setiap tikarnya yang mereka kerjakan sekitar dua hari. Betapa sulitnya proses pembuatannya tidak semuda yang saya bayangkan ujar satgas TMMD.





