TENTARAKU

Satgaas TMMD 111 Belajar Kesenian Kuda Lumping

×

Satgaas TMMD 111 Belajar Kesenian Kuda Lumping

Sebarkan artikel ini

 

 

 Jombang,Sekilasmedia.com- Kono tari kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda.

 

Kuda Lumping atau Kuda Kepang atau Jaranan itu memang Kesenian milik orang Pinggiran, akan tetapi Kesenian ini termasuk Kesenian terbilang cukup mahal, Karena semua perlengkapan yang dipakai-nya harganya mahal, dan terkesan mewah.

BACA JUGA :  Babinsa Kertosari Hadiri Pembentukan Panitia Pilkades

 

Masih banyak seniman Kuda lumping menjadikanya sebagai mata pencarian seperti yang terlihat di lokasi TMMD 111 di desa Munungkerep, kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, jumat 25 juni 2021.

 

Seni Jaranan keliling ini pun menjadi magnet satgas TMMD 111 yang ingin sekedar melihat atau belajar sedikit kesenian tradisional ini di sela – sela kesibukan sebagai satgas TMMD ke 111.

 

Kesenian Tari Kuda lumping merupakan sebuah seni tari yang dipentaskan dengan menggunakan peralatan berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Dilihat dari ritmisnya tarian kuda lumping ini sepertinya merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran jaman dulu ,yaitu sebuah pasukan kavaleri berkuda.Ini bisa dilihat dari gerakan seni tari kuda lumping yang dinamis,ritmis dan agresif,layaknya gerakan pasukan berkuda ditengah medan peperangan, dengan perkembngan zaman peralatan gamelan dijadikan menjadi simple yaitu dengan menggunakan rekaman dan di putar dengan salon portable yang mudah dibawa.