
Jombang,Sekilasmedia.com Sertu S. Arianto babinsa Ramil 0814/10 anggota satgas TMMD ke 111 dan warga Desa Munukerep menunjukan ke akrapannya dengan pengrajin anyaman tikar yang berbahan utamana dari daun pandan, merupakan salah satu kegiatan atau tradisi yang sering dikerjakan oleh wanita-wanita sejak zaman sebelum mereka mengenal modernisasi. Banyak di antara mereka memilih membuat kerajinan anyam ini untuk mengisi waktu luang.
Namun sangat disayangkan, pada saat ini sudah sangat jarang ditemukan wanita-wanita yang duduk berpangkukan anyaman sembari merakit dan menyilangkan irisan daun pandan. Ini dibuat menjadi helaian panjang yang selanjutnya direbus, dihaluskan dan juga telah dibubuhi pewarna guna mempercantik hasil karyanya nanti.
Yuliani salah satu wanita yang masih melestarikan tikar dari anyaman daun pandan yang ada di Desa Munukerep hingga saat ini. dia menggaku menganyam tiap hari karena sudah tua dan tidak sangup untuk bekerja lainnya.
Menurut yuliani banyak orang-orang saat ini yang sudah tidak menganyam lagi, klo dulu bisa satu kampung yang menganyam tikar sambil duduk berjejer dan bercerita, namun sekarang jarang sekali dijumpainya.
Begitulah salah satu tradisi warga Desa Munukerep untuk melestarikan anyaman tikar dari bahan daun pandan. sehingga Sertu S. Arianto salah satu anggota satgas TMMD ke 111 di Kodim 0814/Jombang tertarik untuk komsos dan berbagi pengalaman kepada warga Desa Munukerep.





