
Jombang,Sekilasmedia.com Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, memberikan penyuluhan tentang penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana alam dalam kegiatan sasaran non fisik TMMD 111 Tahun 2021 Kodim 0814/Jombang kepada masyarakat Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, di Balai Desa Munungkerep, Jumat, (09/07/2021).
Dijelaskan Gunadi SH Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jombang selaku pemateri, tujuan pelaksanaan edukasi agar masyarakat memiliki kesiapan saat harus menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat datang tanpa diduga.
“Selain agar masyarakat lebih siap, masyarakat juga diharapkan memiliki keterampilan dalam membantu penanganan serta manajemen bencana,” katanya. Selanjutnya materi lebih dalam diberikan oleh Juki Staf BPBD yang diawali dengan penjelasan manajemen kebencanaan yang dimulai dari tahap pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana, termasuk isi dari tas siaga bencana. Dirinya juga mendorong pihak desa setempat untuk membentuk relawan-relawan siap siaga bencana. Pasalnya, dengan manajemen yang baik maka jika terjadi bencana maka dapat meminimalisir korban dan semua bisa ditangani dengan baik.
“Dengan pembentukan organisasi tanggap bencana di desa-desa terutama yang mengalami bencana alam, diharapkan saat terjadi bencana alam maka masyarakat yang menjadi relawan sudah mengetahui tugasnya masing-masing. Salah satu contoh adalah relawan yang ditugaskan di bagian dapur umum, evakuasi, pendirian tenda, pengamanan desa dan jalur evakuasi,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi, Kopda Hadi Suryanto Babinsa Koramil 0814/02 Diwek Satgas TMMD Munungkerep yang menerima dan mendampingi kegiatan ini berharap melalui kegiatan semacam ini bersama sama belajar serta meningkatkan kewaspadaannya akan bencana yang dimungkinkan dapat terjadi kapan saja dan mendorong kesadaran masyarakat untuk siaga menjadi relawan bencana, sehingga dapat mengurangi jumlah kerugian baik material maupun jiwa akibat bencana.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya akan bencana yang dimungkinkan dapat terjadi kapan saja, sehingga dapat mengurangi jumlah kerugian baik material maupun jiwa,” terangnya.





