Daerah

Sejumlah Rekanan Ngeluh, Termin Pekerjaan Cipta Karya Buleleng Belum Dibayar

×

Sejumlah Rekanan Ngeluh, Termin Pekerjaan Cipta Karya Buleleng Belum Dibayar

Sebarkan artikel ini

Buleleng, Sekilasmedia.com
Sejumlah rekanan yang menggarap proyek fisik maupun pengadaan di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng mengeluh.  Sebab, sebagian tanggungjawab pekerjaan telah diselesaikan, namun pembayaran termin hingga kini belum terbayar.

Para rekanan itu pun menuntut agar Pemkab Buleleng segera menyelesaikan pembayaran terminnya. Mengingat, dari target pembayaran di triwulan pertama tahun ini sudah melebihi batas jatuh tempo alias molor.

Dari informasi diterima, banyak cibiran rekanan yang sudah menyerahkan kelengkapan berkas laporan ke dinas terkait. Tapi sayang untuk penarikan termin mereka selalu gagal.

Kepada awak media, salah satu rekanan berinisial AB yang mendapat paket proyek di Cipta Karya (C-K) Buleleng mengaku jika proyek sudah teralisasi pengerjaannya. Demikian pihaknya belum menerima pembayaran termin

BACA JUGA :  Fraksi Golkar Tanyakan Perubahan Nama Tol Bali Mandara 

Hal sama juga diungkapkan kontraktor lainnya, yang namanya enggan disebut, progres proyek pengerjaannya sudah lampaui tahap 75 persen. Artinya telah masuk waktu pembayaran. Hanya saja sampai sejauh ini masih menunggu pencairan.

“Kami ini kontraktor kecil, kondisi ini sangat menyulitakan dan merugjkan kami. Karena banyak tagihan yang harus dibayar,” keluh dia.

Demikian pula diminta agar dinas terkait segera menyelesaikan pembayaran. Mengingat selama ini hanya pelaku jasa konstruksi saja yang dituntut untuk cepat menyelesaikan pekerjaan, bila terlambat maka dikenakan denda.

“Giliran pekerjaani sudah rampung belum juga dibayar. Ini terkesan menunda nunda dan mempersulit. Harusnya ada sanksi bila terlambat melakukan pembayaran kepada tekanan,” ungkap dia menutup.

BACA JUGA :  HUT ke-76 TNI, Kapolri: Sinergitas TNI-Polri Mutlak Sebagai Kekuatan Strategis Hadapi Tantangan

Terkait masalah itu, PPTK Cipta Karya DPUPR Buleleng, Komang Agus, diminra konfirmasinya Kamis (29/7) mengatakan, untuk pencarian termin telah diarakan ke keuangan. Pasalnya, kegiatan tahun ini bersumber dari dana DAK, dimana sistem pencairannya secara bertahap dari pusat.

“Semuanya sudah jelas, dan perlu tiang sampaikan juga, karena untuk termin dua, baru bisa cair minggu lalu,” katanya.

Dengan baru cairnya termin, para rekanan yang memiliki kerjasama dalam kegiatan Cipta Karya Buleleng, sudah bisa mengajukan amprahan terminnya. Tetapi harus dengan realisasi yang tentunya dilengkapi data pendukung, seperti BA pemeriksaan, laporan kemajuan, as built dan uji mutu yang disyaratkan.

“Syarat syaratnya seperti itu dan sampai saat ini belum ada rekanan yang mengajukan amprah secara lengkap dan resmi,” tandasnya.(Soni)