Daerah

Akibat PIC Belum Lunasi Biaya Pendidikan ke PT. AJ, Ijasah Satpam  Belum Bisa Diambil

×

Akibat PIC Belum Lunasi Biaya Pendidikan ke PT. AJ, Ijasah Satpam  Belum Bisa Diambil

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Puluhan Calon tenaga kerja Satpam yang tergabung dalam Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS RI), menggelar mediasi di Kantor Approg Jaya, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kamis (12/8/2021).

Dalam mediasi tersebut perwakilan calon tenaga kerja satpam mengaku telah tertipu oleh perusahaan Approg Jaya. Sebab, telah membayar untuk pendidikan Satpam jutaan rupiah. Dan setelah pendidikan dijanjikan langsung bekerja.

Namun, setelah pendidikan para pekerja tidak segera ditempatkan bekerja.

“Kita sudah membayar lunas. Habis puluhan juta, tapi sampai sekarang tidak segera dipekerjakan. Janjinya, akan dipekerjakan di Pelindo,” kata seorang peserta mediasi.

Mediasi akhirnya tidak membuahkan hasil, sebab pihak PT. Approg Jaya tidak bisa menyerahkan ijazah kelulusan pendidikan Satpam. Karena, uang dari calon tenaga kerja yang diserahkan ke Person in Charge (PIC) belum diserahkan ke Perusahaan Approg Jaya. Sehingga ijasah satpam belum bisa diambil.

BACA JUGA :  Bupati Gresik Launching Gresikkab-CSIRT (Computer Security Incident Response Team)

Karena tidak ada penyelesaian, akhirnya massa bergeser ke Kejaksaan Negeri Gresik untuk mengungkap kasus dugaan penipuan calon tenaga kerja.

“Dalam mediasi bersama Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik, massa disarankan untuk mengurus secara prosedur hukum,” kata Ketua DPD KBS RI Jawa Timur Boedi Prasetyo.

Setelah mendapat penjelasan dari Kasi Intel Kejaksaan, puluhan satpam meninggalkan Kantor Kejaksaan Negeri Gresik dengan tertib dan bergeser ke Polres Gresik.

“Kita akan laporkan oknum pengacara yang melindungi Approg ke Polres Gresik atas dugaan pencemaran nama baik,” imbuhnya.

Sementara, Kuasa hukum PT. Approg Jaya, Wagiman, mengatakan permasalahan dugaan penipuan penyaluran tenaga kerja yang melibatkan puluhan calon tenaga kerja tersebut diakibatkan pihak penghubung atau PIC belum menyetorkan seluruh uang pendidikan ke perusahaan. Sehingga, ijazah pendidikan Satpam untuk masuk kerja masih tersimpan di perusahaan.

BACA JUGA :  Cetak Rekor Berpakaian Etnis Terbanyak, Bentuk Keberagaman Budaya dan Kebersamaan

Dari tertundanya pembayaran uang dari pihak penghubung PIC ke perusahaan, akhirnya perusahaan juga mengalami kendala penyaluran calon tenaga kerja.

“Kami, perusahaan tidak bisa memberikan ijazah pendidikan Satpam ini ke calon tenaga kerja, sebelum pihak penghubung menyerahkan uang kekurangan biaya pendidikan,” kata Wagiman.

Lebih lanjut Wagiman, mengatakan, selama ini perusahaan sudah berusaha menghubungi calon tenaga kerja untuk dipekerjakan di perusahaan wilayah Pasuruan dan Surabaya. Tapi, calon tenaga kerja menolak dengan alasan, tempat kerja terlalu jauh dan meminta bekerja di wilayah Gresik.

“Namun, sekarang kita malah dilaporkan ke Polisi. Padahal, kita sudah melaksanakan pendidikan Satpam dan ijazah sudah ada. Sedangkan pihak penghubung atau PIC belum melunasi biaya pendidikan. Maka, kita akan segera selesaikan kesalahpahaman ini dengan calon tenaga kerja,” imbuhnya. (rud)