TENTARAKU

Prinsip Babinsa Desa Jombok, Tetap Humanis dalam Proses Pemindahan Warga Isoman ke Isoter

×

Prinsip Babinsa Desa Jombok, Tetap Humanis dalam Proses Pemindahan Warga Isoman ke Isoter

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Pemindahan warga isoman (isolasi mandiri) ke isoter (isolasi terpusat) dilakukan semata – mata untuk keselamatan masyarakat. Jombang masih berada pada zona merah dan PPKM Level 4 dengan angka kematian masih cukup tinggi yang setiap harinya mencapai kurang lebih 20 orang.

Lokasi isoter di Kec. Ngoro yang di SLTPN 1 Ngoro mempunyai fasilitas yang bisa digunakan oleh pasien yang menjalani masa pemulihan akibat serangan Covid-19. Tentu di lokasi isoter ada tenaga kesehatan yang selalu siaga, obat – obatan, dan makanan yang bergizi.

BACA JUGA :  Kepedulian Babinsa Bantu Pembenahan Halaman Sekolah TK RA Pemasangan Paving Blok

“Di isoter ada tenaga kesehatan yang memantau, alat juga ada, kalau di rumah tidak ada. Dan ini sebenarnya untuk membantu masyarakat, insyaallah makan terjamin, obat terjamin, dan yang paling penting adalah pemantauan dari tenaga kesehatan. Jadi ini semata – mata demi keselamatan masyarakat Ngoro khususnya warga Desa Jombok biar angka positif kita turun, meninggal dunia turun dan syukur – syukur hilang dan tidak kalah pentingnya dalam memindahkan warga kita tetap harus Humanis kepada warga agar warga lebih mersa di hargai sehingga lebih mudah untuk di ajak pindah ke tempat Isoter,” jelas Serda M. Arifin Babinsa Desa Jombok Koramil 0814/14 Ngoro.

BACA JUGA :  Babinsa Podoroto-Kesamben Dampingi Pembagian BPNT(Bantuan Pangan Non Tunai)

Hal ini diamini oleh Kepala Desa Jombok Bapak Nugroho Wiyono “Kalau di tempat isoter itu kan, pasien bisa dirawat dengan sebaik mungkin,” katanya.

“Warga yang menjalani isoman segera dipindahkan ke lokasi isoter guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19. Di lokasi isoter terdapat beberapa fasilitas yang nantinya bisa digunakan oleh pasien yang menjalani masa pemulihan,” terang Bapak Nugroho Wiyono.