TENTARAKU

Tracer Covid 19,3 Pilar Kec Megaluh Lakukan Penguatan 3 T

×

Tracer Covid 19,3 Pilar Kec Megaluh Lakukan Penguatan 3 T

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Dalam rangka percepatan penanganan coronavirus disease 2019 atau covid-19, khususnya diwilayah Kabupaten Megaluh, Tiga Pilar yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Tenaga Kesehatan (Nakes), melaksanakan penguatan 3T (Testing, Tracing dan Treatment), bertempat di masing-masing Puskesmas se- Kabupaten Jombang.

Dandim 0814 Jombang, Letkol Inf Triyono, menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan sebagai upaya untuk menyiapkan para Babinsa jajarannya untuk terus bergerak bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Jombang untuk menjadi tracer covid-19.

Beberapa materi dilatihkan yang diantaranya konsep dasar pelacakan kontak, isolasi dan karantina, alur koordinasi pelacakan kontak, Aplikasi Silacak dan InaRisk serta pencatatan dan pelaporan tracing. Hal tersebut, dilakukan lebih dini dalam menemukan kasus serta melakukan antisipasi secara cepat dan tepat.

BACA JUGA :  Minilok Lintas Sektor, Danramil 0815/04 Bersama Forpimka Puri Bahas Pemutusan Mata Rantai Covid-19

“Tracing ini dilakukan sebagai upaya untuk mengidentifikasi terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19 guna mencegah penularan selanjutnya,” ungkapnya, Senin (9/8).

Tracing tersebut sangat penting dilakukan baik itu secara digital maupun manual, karena kasus konfirmasi dapat menularkan penyakit sejak dua hari, sebelum hingga 14 hari sesudah timbulnya gejala. Sehingga, Tracing ini menjadi kunci utama dalam rangka memutus rantai sebaran virus corona.

BACA JUGA :  Penyaluran BPNT Di Wilayah Desa Diawasi Oleh Babinsa

“Salah satu langkah dalam percepatan penanganan covid-19 ini adalah dengan penguatan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment,” tambah Dandim.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa peran aktif dan dukungan masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi kewilayahan, sosial dan budaya, dukungan logistik, pelatihan dan supervisi, serta sistem manajemen data pelacakan kontak merupakan elemen utama pada pelaksanaan tracing ini.

“Sehingga, peran aktif dari masyarakat diperlukan untuk memastikan tidak adanya stigma negatif terhadap orang-orang yang masuk kategori kontak erat. Komunikasi sosial, dan edukasi yang baik dapat mempermudah pelacakan kontak,” pungkas Letkol Inf Triyono.