
SUMENEP, sekilsmedia.com| Antusiasme dalam memutus rantai penularan Covid-19 kian meningkat. Hal itu tampak dari ramainya warga pada Serbuan Vaksinasi wilayah Kodim 0827/Sumenep dalam rangka HUT TNI ke 76 yang di selenggarakan di kediaman Bapak Atnawi Desa Badur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep. Sabtu (16/10/2022).p
Tampak hadir kegiatan Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Nur Cholis, A. Md, Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya, S.I.K.,S.H.,M.H., Ketua LVRI Sumenep Bapak Husein Satriawan, Forpimcam Kecamatan Batu Putih, Kepala Puskesmas Batu Putih dr. Suci Herawati dan Vaksinator dari Poskes Kodim 0827/Sumenep dan Puskesmas Batuputih.
Sejumlah peserta yang mengikuti mulai dari usia remaja hingga pra lansia (50-59) dan lansia (60 ke atas) yang ikut mengantri prosesi vaksinasi tahapan pertama dan kedua tersebut.
Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Nur Cholis, A. Md dalam pantauannya memberi wawasan dan pandangan terkait berita hoax tentang vaksinasi kepada warga Desa Badur.
“Kami memberikan pandangan terkait vaksin yang beritanya katanya bahaya akan tetapi sampai detik tidak ada hal yang tidak diinginkan. Kalaupun ada, itu karena penyakit lain bukan dari vaksin” ujarnya
Lebih lanjut Dandim mengatakan vaksinasi ini sangat penting untuk eningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity). Tidak menutup kemungkinan kita akan dihadapkan gelombang 3 seperti di negara lain.
“Mudah-mudahan dengan vaksinasi, bisa dijauhkan dari penyakit ini, masyarakat bisa longgar, masyarakat bisa bekerja seperti sediakala, dimana pandemi saat ini mengganggu perekonomian warga Sumenep” tambahnya
Di sela-sela kegiatan Takmir Masjid Jami’ Sumenep bapak Husein Satriawan yang hadir pada giat vaksin tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan vaksinasi ini semata – mata untuk membantu program pemerintah dan sebagai bentuk bakti TNI, karena TNI dari rakyat untuk rakyat dan jangan di politisir.
“Terima kasih banyak kepada bapak Dandim dan Kapolres atas kedatangannya karena ini sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat bawah, karena masyarakat membutuhkan pengayoman” tandasnya
Menurut dia, vaksinasi ini adalah langkah strategis yang mampu memutus rantai penularan virus yang bermula dari Tiongkok itu.
“Saya pribadi tidak takut ikut vaksinasi ini, karena selama ini saya belum pernah melihat orang yang mengeluhkan terkait gejala medis yang terjadi setelah mendapatkan suntikan vaksin atau disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Bahkan lansia saja tidak merasakan gejala KIPI itu, apalagi yang muda,” ujar Husein.
Prosesi vaksinasi tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, yaitu memakai masker dan menjaga jarak.
(**)





