
SURABAYA,Sekilasmedia.com Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak se-Indonesia, memang baru akan dilaksanakan sekitar tiga tahun lagi, sekitar November tahun 2024. Namun karena baru pertama kali serentak seluruh Indonesia, menjadikan hampir semua partai politik (parpol / partai, red.), telah berancang-ancang sejak jauh-jauh hari, lebih-lebih yang memiliki kursi signifikan dan yakin bisa mempertahankan. Kurang lebih hal tersebut dianggap hal yang wajar-wajar saja oleh R. Tri Harsono Forum Peduli Indonesia Sejahtera (Forpis), sebagaimana diungkapkannya dalam diskusi terbatas di Surabaya kemarin, Sabtu 23 Oktober 2021.
Dari berbagai pantauannya, R. Tri Harsono mengungkapkan hal tersebut terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia, tak terkecuali Jawa Timur. Salah satu yang menjadi sorotannya diantaranya adalah Pemilihan Walikota (Pilwali) Mojokerto tahun 2024, dimana sejumlah parpol pemenang Pemilu 2019 telah berancang-ancang. Meskipun menurut R. Tri Harsono, tak jarang diantara parpol tersebut yang ancang-ancangnya masih secara global namun dengan menunjukkan bahwa siap untuk merebut kemenangan dalam Pilwali 2024.
R. Tri Harsono pun menyebut kesiapan PDIP Kota Mojokerto sebagai parpol pemenang ke-1 dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Kota Mojokerto 2019 dengan meraih 5 kursi. Meskipun jumlah itu berkurang dibanding 6 kursi yang diraih pada Pileg 2014, akan tetapi selaku Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto (2019 – 2024, red.) Santoso Bekti Wibowo dalam sejumlah kesempatan menyatakan kesiapan PDIP untuk memenangkan Pilwali Mojokerto. “Dan, Santoso Bekti Wibowo selaku Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto juga layak maju dalam Pilwali. Karena memiliki 5 kursi maka tak perlu koalisi. Sehingga bisa saja jika Cawali Santoso dan Cawawali Febriana Meldyawati anggota DPRD Kota Mojokerto yang juga bendahara DPC PDIP Kota Mojokerto,” ungkap R. Tri Harsono yang menyebut hal semacam itu wajar-wajar saja.
Masih menurut R. Tri Harsono, rasa optimis untuk menang dalam Pilwali Mojokerto 2024 juga diungkapkan oleh Sonny Basoeki Rahardjo ketua DPD Golkar Kota Mojokerto yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto. “Sonny Basoeki Rahardjo yang terpilih untuk periode kedua sebagai Ketua DPD Golkar Kota Mojokerto (periode 2020 – 2025, red.), semenjak terpilih juga menyatakan Golkar siap memenangkan Pilwali Mojokerto 2024,” ungkap R. Tri Harsono.
R. Tri Harsono pun menyebut Sonny Basoeki Rahardjo juga layak maju dalam Pilwali Mojokerto November 2024, apalagi jika kursi Golkar bertahan minimal dengan empat (4) kursi maka merupakan modal yang besar untuk berkontestasi dalam Pilwali Mojokerto 2024. Sehingga hanya perlu tambahan satu kursi untuk bisa mengusung Cawali – Cawawali. “Apalagi Golkar pada Pilwali tahun 2018 berhasil memenangkan Ika Puspitasari sebagai Walikota dan Cak Rizal (kini almarhum, red.) sebagai Wakil Walikota, bersama Gerindra,” tambah R. Tri Harsono yang salah satu saudaranya orang penting KPK.
R. Tri Harsono juga mengungkapkan bahwa PKB Kota Mojokerto juga menyatakan keyakinan bisa memenangkan Pilwali Mojokerto 2024. Menurut R. Tri Harsono, rasa optimis PKB memenangkan Pilwali Mojokerto 2024 juga diungkapkan oleh Masduki yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto periode 2021 – 2026. Masduki yang juga anggota DPRD Jatim itu tentu memiliki alasan yang kuat untuk memenangkan Pilwali Mojokerto 2024, mengingat pada Pileg 2019 (untuk periode 2019 – 2024, red.) PKB Kota Mojokerto memperoleh 4 kursi, dan ditargetkan pada Pileg 2024 (untuk periode 2024 – 2029, red.) ditargetkan memperoleh 6 kursi.
“Seperti halnya Santoso Bekti Wibowo dan Sonny Basoeki Rahardjo yang sama-sama ketua parpol di Kota Mojokerto, Masduki sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto juga layak maju Pilwali Mojokerto,” ungkap R. Tri Harsono yang menyebut di PKB Kota Mojokerto juga terdapat sejumlah tokoh potensial lainnya termasuk Junaedi Malik yang anggota DPRD Kota Mojokerto dan menjabat Sekretaris DPC PKB Kota Mojokerto 2021 – 2026.
Terpisah Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Bung Karno Dan Pak Harto, yang juga penulis buku biografi Asmuni – Srimulat, kurang lebih menyatakan hal yang sama dengan R. Tri Harsono.
Namun Siswahyu Kurniawan menambahkan jika perolehan kursi sama dengan hasil Pileg tahun 2019, maka bisa saja dalam Pilwali Mojokerto akan diikuti oleh 4 hingga 5 pasang Cawali – Cawawali. Misal pasangan pertama, PDIP dengan 5 kursi bisa mengusung calon secara mandiri. Kemudian pasangan kedua, PKB yang memiliki 4 kursi bisa saja berkoalisi dengan PPP yang memiliki 1 kursi untuk mengusung Cawali – Cawawali. Lalu pasangan ketiga, PAN yang memiliki 3 kursi bisa saja berkoalisi dengan PKS yang memiliki 2 kursi. Lantas pasangan keempat bisa saja dari hasil koalisi Golkar yang memiliki 4 kursi bersama Nasdem yang memiliki 1 kursi. Terakhir pasangan kelima bisa saja diusung Demokrat yang memiliki 3 kursi dan Gerindra yang memiliki 2 kursi.
“Namun peta tersebut tentu masih dinamis, apalagi sejumlah parpol di Kota Mojokerto tampaknya ada yang kurang memiliki figur,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga pernah menjadi Media Officer klub sepakbola Bhayangkara FC U13 – U14 – U15 – U16 ini.
Sebagai catatan perolehan kursi di Kota Mojokerto dari Pileg tahun 2019 adalah sebagaimana berikut ini.
1).PDIP 5 kursi
2).Golkar 4 kursi
3).PKB 4 kursi
4).PAN 3 kursi
5).Demokrat 3 kursi
6).Gerindra 2 kursi
7).PKS 2 kursi
8).PPP 1
9).Nasdem 1
Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Sis).





