
Gresik, Sekilasmedia.com – Musim hujan yang melanda wilayah propinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Gresik menjelang akhir tahun ini, biasanya penyakit demam berdarah (DB) yang menjangkiti masyarakat, yang disebarkan oleh Nyamuk Aides Aigepty akan meningkat. Sehingga dikhawatirkan stok darah di Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Gresik berkurang.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah tersebut sekaligus dalam rangka peringatan HUT RI ke 76 tahun 2021, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Gresik menggelar aksi donor darah bagi masyarakat umum, demikian disampaikan Ketua BAMAG Gresik Pdt Royke Willem David pada Kamis (25/11), di Rumah Sakit Eka Husada jalan raya Sidojangkung Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.
Kegiatan donor darah yang diinisiasi oleh BAMAG Gresik didukung oleh Rumah Sakit Eka Husada Menganti dan PMI Kabupaten Gresik lalu Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, PGIS Gresik, PPHTG Gresik, Formagam Gresik, Warteg Gratis Jawa Timur, Mom’s Kitchen dan Give Blood.
Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja(BAMAG) Kabupaten Gresik Pdt. Royke Willem David didampingi Sekretaris BAMAG Pdt. Steven Sitorus kepada awakmedia mengatakan bahwa kegiatan aksi donor darah yang dilakukan BAMAG, sudah kali ketiga di tahun ini.
” Kami mengadakan kegiatan donor darah ini setiap 3 bulan sekali. Sedangkan target kantong donor darah kali ini sebanyak 50 kantong, namun pendaftar secara online tembus 100 lebih, dan untuk kegiatan kemarin 30 kantong,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RS Eka Husada Menganti dr. Indrawati mengatakan untuk kegiatan donor darah ini di rumah sakit kita, di mana RS Eka Husada memang telah bekerjasama dengan BAMAG Gresik. Untuk peserta donor darah sendiri diikuti khususnya oleh masyarakat Menganti dan pada umumnya Kabupaten Gresik.
Disampaikannya juga, kebutuhan stok darah di rumah sakit biasanya diperuntukkan bagi pasien yang Hbnya rendah, di bawah 7. Seperti didapati pada pasien-pasien cuci darah, demam berdarah dan ibu hamil.
Dan biasanya golongan darah yang paling sulit dicari saat dibutuhkan oleh pasien yakni golongan darah AB. Kalau golongan darah lainnya seperti O, A dan B, tidak ada kendala.
” Dan solusi untuk memenuhi kebutuhan golongan darah AB maka pihak rumah sakig akan mengusahakan ke Surabaya dan Mojokerto. Tapi biasanya dipenuhi dari Surabaya,” tandas dr. Indrawati.
Dalam pemenuhan target kantong darah per bulan di Kota Santri, PMI Gresik telah melakukan upaya kegiatan aksi donor darah, salah satunya seperti hari ini di RS Eka Husada Menganti. bekerjasama dengan BAMAG Gresik dan RS Eka Husada Menganti.
” Kerjasama aksi donor darah bersama BAMAG Gresik dan RS Eka Husada merupakan salah satunya. Dalam upaya memenuhi target 2000 kantong per bulan. Alhamdulillah dari awal bulan ini sampai akhir tahun menjelang awal tahun 2022, stok dipastikan aman, ” tegas petugas Unit Transfusi Darah PMI Aan Putra.
Sehingga permintaan akan kantong dari rumah sakit- rumah sakit di Kabupaten Gresik, terlayani dengan baik. Meskipun ada peningkatan permintaan.
Tim kami, PMI terus bergerak mobiltiap hari, bagaimana caranya stok darah di Kabupaten Gresik khususnya kantong darah untuk melayani rumah sakit aman. Bahkan tanggal merah pun kita tetap bergerak, demi Kabupaten Gresik yang sehat, aman semua terpenuhi dengan aman,ujarnya.
Lebih lanjut Aan menegaskan untuk golongan darah dipastikan aman, di mana minggu kemarin target 1500 kantong sudah terpenuhi. Dan golongan darah rata-rata yang dicari yakni golongan darah O, lalu B dan A. Terbanyak golongan O.
Direktur RS Eka Husada Menganti dr. Indrawati Yg butuhkan darah berjenis hb dibawah 7, biasanya didapatpd pasien 2 yg cucivdarah. Biasanya akan cuci darah pasti hbnya rendah anemi. Saat ini memeng musim pancaroba rata sakitnya beberapa yg demam dan diare.
Kegiatan donor darah yang diadakan BAMAG Gresik bersama RS. Eka Husada Menganti dan PMI Gresik, diikuti peserta dari wilayah Menganti dan sekitarnya.
Salah satunya seorang Guru yang mengajar di SMK Sunan Giri Menganti Ria Festy (35). Yang didamping rekan seprofesinya dengan mengenakan baju batik khas PGRI, duduk diantara pendonor lain menunggu giliran diambil darahnya oleh petugas unit tranfusi darah dari PMI Gresik, setelah melalui pendaftaran dan cek darah.
Begitu namanya dipanggil, Ria bergegas menuju bus milik PMI, untuk transfusi darah. Sebelum diambil darahnya, oleh petugas terlebih dulu dicek tekanan darahnya.
Begitu selesai, dengan tenang Ria Festy kepada awakmedia mengatakan bahwa dirinya melakukan donor darah ini sejak masih duduk di bangku kuliah sampai sekarang.
” Setiap ada momen aksi donor darah di mana pun, seperti kali ini. Yang diadakan BAMAG Gresik bersama rumah sakit Eka Husada dan PMI Gresik. Dengan senang hati pasti saya ikuti. Karena prinsipnya, dengan mendonorkan darah kita sudah membantu sesama untuk kelangsungan hidupnya,” tandasnya dengan bangga.
Bahkan ada pasangan suami istri muda asal warga Desa Bringkang Kecamatan Menganti Suprianto (35) dan Lusiana Fransiska (30) dengam membawa putranya yang masih balita, sangat antusias sekali mengikuti aksi donor darah ini.
“Kami memang belum lama ikut donor darah ini, saya baru 2 kali dan istri baru 5 kali. Sedangkan informasi kegiatan donor darah oleh BAMAG Gresik di RS Eka Husada, diketahui dari aplikasi online Instagram,” sebut Suprianto setelah selesai melakukan transfusi darah, sambil memegang bingkisan yang diberikan pihak panitia. (rud)





