TENTARAKU

Babinsa Koramil 0814/02 Bersama Petugas Puskesmas Cukir Melaksanakan Foging Di SMPN 1 Diwek

×

Babinsa Koramil 0814/02 Bersama Petugas Puskesmas Cukir Melaksanakan Foging Di SMPN 1 Diwek

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Anggota Koramil 0814/02 Diwek Kodim 0814/Jombang Koptu Asaria Belly Babinsa Ceweng mendampingi petugas puskesmas Cukir melaksanakan kegiatan Fogging atau pengasapan nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit demam berdarah, Selasa (06/11) bertempat di SMPN 1 DIWEK Desa Ceweng Kecamatan Diwek.

Babinsa Ceweng menjelaskan bahwa cara seperti ini menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD) mengingat kemarin selama masa pandemi Covid 19 untuk SMPN 1 DIWEK tidak digunakan belajar mengajar secara tatap muka dikhawatirkan terdapat sarang nyamuk. Setelah diadakan musyawarah dengan kepala sekolah segera diambil langkah yaitu dengan cara pengasapan atau fogging, pada metode ini suatu lokasi disemprot dengan insektisida menggunakan mesin. Fogging atau pengasapan dalam dosis tertentu ini bertujuan memberantas nyamuk dewasa, atau yang sudah bisa terbang berpindah ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pengasapan atau fogging.

BACA JUGA :  Kekompakan Babinsa Koramil 0814/01 Kota Jombang Dalam Memeriahkan HUT Kodam V Brawijaya Yang Ke - 74 tahun

Pelaksaan pengasapan atau fogging sebaiknya tidak dilakukan per kasus, seperti dalam jarak 100 meter di sekeliling tempat tinggal penderita DBD. Hal ini dikarenakan, 100 meter adalah jarak optimal bagi nyamuk DBD untuk berpindah tempat. Rumah dalam radius 100 meter berpeluang besar terkena virus DBD. Radius 100 meter adalah ketentuan bila hanya terdapat satu korban. Jika korban lebih dari 3 makan radius bertambah lebih dari 100 meter, lain halnya dengan kegiatan kali ini foging dilaksanakan untuk memberantas bibit nyamuk disekolah yang dimasa PPKM Darurat tidak digunakan BTM.

Penyemprotan harus memperhatikan dosis yang tercatat dalam standar operasional. Bila insektisida terlalu sedikit, maka penyemprotan tidak memberikan hasil maksimal dan hanya meninggalkan bau minyak tanah yang mengganggu kenyamanan.Dosis yang tidak tepat juga dikhawatirkan membuat nyamuk resisten insektisida. Arah angin seringkali luput dari perhatian. Padahal angin yang akan menyebarkan semprotan insektisida ke seluruh w
ruangan kelas. Angin juga yang membawa nyamuk terbang berpindah menghindari pestisida. Fogging menyebabkan droplet insektisida dan mematikan bagi nyamuk dewasa yang kontak langsung. Saat dikeluarkan dari mesin penyemprot, kabut insektisida akan langsung menyebar sesuai arah angin. Oleh karena itu, sebaiknya penyemprotan dilakukan sesuai arah angin. Penyemprotan yang melawan arah angin akan mengenai tubuh penyemprot bukan nyamuk yang menjadi sasaran. Akibatnya insektisida akan menjadi toksik bagi penyemprot.

BACA JUGA :  Kodim 0821 Lumajang Lakukan Pelepasan Personel

Kepala Sekolah SMPN 1 DIWEK mengucapkan terimakasih banyak kepada Babinsa atas peran serta dan partisipasinya dalam membantu, beliau berharap selama belajar tatap muka SMPN 1 DIWEK terbebas dari demam berdarah pada masa pandemi ini .