Daerah

Binda Jatim Terus Gelar Vaksinasi Secara Massal

×

Binda Jatim Terus Gelar Vaksinasi Secara Massal

Sebarkan artikel ini

 

 

Magetan, sekilasmedia.com – Sudah atau belum vakninasi covid-19, dimanapun warga harus patuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid, Pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas. Itu selalu diingatkan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jatim saat gelar kegiatan vaksinasi massal bersama tenaga Dinas Kesehatan, Pukesmas di Magetan serta instansi terkait.

 

Seperti vaksinasi di Desa Kuwonharjo Kecamatan Takeran dengan sasaran sekitar 600 dan Kantor Kecamatan Sidorejo 425 vaksin . Di Kedua desa tersebut vaksinasi tahap kedua.

BACA JUGA :  DPRD Kota Malang Gelar Rapat Paripurna Pengesahan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

 

“Selama ini pelaksanaan vaksinasi di wilayah kuwonharjo berjalan sangat lancar kesadaran masyarakat boleh diacungi Jempol, memang Awalnya kami sempat khawatir karena mungkin pengaruh hoax ada beberapa yang enggan untuk mendatangi tempat vaksinasi nyata sekarang justru masyarakat mencari vaksin, “ ujar Suyitno, Kades Kuwonharjo.

 

Antusias dan semangat warga cukup tinggi. Terlihat sejak pagi mereka berduyun-duyun ke balai desa untuk antri vaksin. Mereka langsung ditangani petugas medis dari Puskesmas Takeran. “Kalau dulu vaksin yang mencari masyarakat, “ ujar Suyitno, sambil bersyukur karena vaksinasi dibantu BINDA Jatim bekerjasama petugas kesehatan dari dinas kesehatan dan puskemas, Banbinkamtimas dan Babinsa. Berjalan lancar.

BACA JUGA :  Pemkab Lamongan Usung Tema Baru Menuju Birokrasi Modern 2023

 

Memang mengurangi angka penyebaran dan penularan Covid-19 tidak mudah karena setiap orang pasti dapat terpapar Covid-19 apabila tidak menjaga kebersihan dan memakai masker saat diluar rumah atau saat berhadapan dengan orang lain secara langsung. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah demi mengakhiri meningkatnya virus Covid-19.

 

Sementara itu, permasalahan yang dihadapi puskesmas adalah masih minimnya data di desa tentang siapa yang sudah dan belum tervaksin. Data ini sangat diperlukan agar warga yang belum divaksin segera mengikuti vaksinasi. (rto/ryn)