
MOJOKERTO,Sekilasmedia,com- Memang semenjak Pandemi Covid-19 dinyatakan melandai sejak beberapa waktu yang dulu, lebih-lebih untuk Kota Mojokerto yang memiliki ‘Herd – Immunity’ tertinggi terutama di Provinsi Jawa Timur, lantas berbagai aktivitas termasuk cabang olahraga (cabor) dan tak ketinggalan sepakbola dengan Asosiasi PSSI Kota Mojokerto-nya (Askot PSSI Mojokerto) pun menggeliat ngebut beraktivitas apalagi dengan waktu yang mepet akhir tahun 2021 sekaligus dengan anggaran yang sangat terbatas. Tiap cabor, termasuk sepakbola, harus pandai-pandai mengatur anggaran bahkan mencarikan tambahan jika dirasa perlu dan urgen.
Namun Askot PSSI Mojokerto periode 2020 – 2025 terus berjalan meskipun dengan ‘tim’ yang terbatas, dengan Ketua dijabat Joko Rustianto, lalu Wakil Ketua Artiyan Yunianto, Sekretaris M.Hullah, Wakil Sekretaris Nurhadi, Bendahara Imam Sopii, dengan dua exco yang ‘tersisa’ yaitu Eko Ari Kriswantoro dan Puji Ardianto yang juga ayahanda Hansamu Yama Pranata pesepakbola nasional.
Dengan diantara segala keterbatasan tersebut, pengurus PSSI Kota Mojokerto yang masih tergolong ‘baru’ itupun mengusung semangat baru untuk berbuat lebih baik daripada yang dulu-dulu, dengan fairplay is my game-nya pun tak segan-segan untuk melangkah. Termasuk menggelar Piala Soeratin U-13 dan U-15 yang sudah diadakan sejak sekitar lebih dari satu minggu yang lalu, sejak tanggal 10 Desember 2021, namun hingga kini belum selesai.
Piala Soeratin tersebut merupakan PR (Pekerjaan Rumah) yang diwajibkan oleh Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov) Jatim, untuk digelar oleh setiap PSSI di Kabupaten / Kota se-Jatim.
Namun belum selesai gelaran Piala Soeratin tersebut, dengan mepetnya waktu, sesuai statuta maka PSSI Kota Mojokerto juga harus mengadakan Kongres Askot PSSI Mojokerto, suatu kongres biasa, kongres tahunan.
Akan tetapi meskipun kepepet waktu serta kegiatan yang bertubi-tubi, sejak awal Joko Rustianto optimis bisa menyelesaikan semua dengan semangat kebersamaan, kolektif kolegial meskipun yang terberat adalah soal sistem pelaporan dimana rata-rata para pengurus relatif baru dalam urusan pelaporan.
“Yang penting kami melaksanakan secara sungguh-sungguh, seperti motto sepakbola, serta ikhtiar benar-benar untuk memajukan sepakbola di Kota Mojokerto,” ungkap Imam Sopii yang juga bendahara panpel Piala Soeratin 2021.
Hal kurang lebih sama disampaikan Artiyan Yunianto, M. Hullah dan Nurhadi.
Adapun kongres Askot PSSI Mojokerto kali ini di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Minggu 19 Desember 2021, yang merupakan kongres rutin tahunan, diantara agenda utama yang dibahas adalah mengenai Evaluasi Program Kerja Tahun 2021, lalu membicarakan Program Kerja tahun 2022, serta pergantian exco dan pengurus untuk mengisi kekosongan sebelumnya. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Siswahyu).






