TENTARAKU

Santri dan Santri wati Pondok Pesantren Attahdzib Mendapatkan Pelatihan PBB Oleh Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro

×

Santri dan Santri wati Pondok Pesantren Attahdzib Mendapatkan Pelatihan PBB Oleh Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com-Personel Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro Serda Arif Susanto dan Sertu Mujianto anggota tersebut melatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi baru Madarasah Aliyah Ponpes Attahdzib dusun Ngrenggeng desa Rejoagung yang terlibat kegiatan pelatihan siswa baru ,(15/12/2021)..

 

Babinsa Koramil 0814/14 Serda Arif Susanto menjelaskan, tujuan dari kegiatan latihan PBB menumbuhkan jiwa disiplin dan rasa tanggung jawab.

 

“Selain itu, latihan PBB ini bermanfaat untuk melatih daya konsentrasi tiap murid tentang solidaritas sesama teman,”ujarnya.

BACA JUGA :  Pastikan Aman, Koptu Hadi Dampingi Vaksinator Gelar Vaksinasi Door To Door

 

Diakui, pelatihan PBB ini diawali dengan memberikan teori kepada siswa-siswi kemudian dilanjutkan dengan materi praktek, agar materi yang di berikan tertanam dalam benak siswa tentang kedisiplinan.

 

“Kegiatan ini setiap tahun akan dilaksanakan pada masa penerimaan murid . Dan dari pihak sekolah dan Pondok Attahdzib akan meminta Babinsa untuk mengisi materi dalam hal ini PBB. Karena dari pelatihan PBB karakter siswa akan dibentuk menjadi karakter yang berdisiplin tinggi,”ungkap Babinsa.

 

Babinsa Koramil 0814/14 mengatakan, sebagai calon penerus bangsa harus mempunyai jiwa disiplin dan tanggung jawab yang tinggi.

BACA JUGA :  Kebersamaan Selalu Diciptakan Babinsa Koramil 0814/06 Ploso Dengan Warga Binaan

 

“Dengan tertanamnya jiwa disiplin yang tinggi akan membentuk calon generasi muda yang tangguh dan daya saing yang tinggi,” kata Babinsa.

 

Babinsa juga memberikan himbauan kepada siswa-siswi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan wajib memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak terutama dalam aktivitas sehari-hari.

 

Sertu Mujianto salah satu anggota Koramil 0914/14 Ngoro yang tergabung dalam pelatihan PBB mengatakan”Agar kesehatan tetap terjaga, sehingga diharapkan baik tenaga pendidik maupun siswa bisa menjadi contoh kepada masyarakat dalam penegakan disiplin protokol kesehatan,”jelas Sertu Mujianto.