Daerah

Siswahyu Kurniawan Apresiasi Bu Santi Dan Gede Pasek Suardika Soal Lukisan Raja-Raja Majapahit Serta Minat Film ‘Bernafas’ Majapahit

×

Siswahyu Kurniawan Apresiasi Bu Santi Dan Gede Pasek Suardika Soal Lukisan Raja-Raja Majapahit Serta Minat Film ‘Bernafas’ Majapahit

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,Sekilasmedia.com Kerajaan Majapahit yang secara formal didirikan oleh Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) tanggal 10 November tahun 1293 (lebih dari 700 tahun lalu, red.) dan mencapai puncak kejayaan utama pada masa Raja Hayam Wuruk (Sri Rajasanagara didampingi Mahapatih Gajahmada, red.) yang kemudian ‘transisi’ kepada Wikramawardhana (1389 – 1429 M), Suhita / Dyah Ayu Kencana Wungu (1429 – 1447 M), Kertawijaya / Brawijaya I / Ke-1 (1447 – 1451 M) oleh para pendiri bangsa Indonesia seperti Bung Karno & Bung Hatta (para proklamator), Prof M. Yamin dan para pahlawan lainnya disebut sebagai salah satu tonggak utama cikal-bakal lahirnya NKRI meskipun hingga kini belum ada yang sangat monumental untuk membangkitkan.

Banyak pihak yang sebenarnya ingin ikhtiar mewujudkan kembali spirit Majapahit sebagai kerajaan nasional dengan salah satu Bhinneka Tunggal Ika-nya, akan tetapi hingga kini belum ada yang terwujud secara monumental. Namun yang mengejutkan ketika muncul dengan sejumlah konsep mengenai Majapahit, kehadiran Bu Santi salah satu tokoh yang pada masa lalu dekat dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono (isteri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono / SBY), serta dekat dengan salah satu tokoh nasional asal Bali Gede Pasek Suardika (pernah menjadi anggota DPR RI dan anggota DPD RI yang dekat Anas Urbaningrum, red.).

Bu Santi sangat berminat mewujudkan sejumlah hal sehubungan Majapahit, termasuk mengenai lukisan diri dari sejumlah raja / ratu dan tokoh Majapahit termasuk diantaranya Tribuana Tunggadewi (Sri Gitarja / Tribhuwana Wijayatunggadewi Raja / Ratu ke-3 Majapahit tahun 1328 – 1350 M), Hayam Wuruk (Raja ke-4 Majapahit tahun 1350 – 1389 M) dan Mahapatih Gajahmada, lalu Wikramardhana (Raja ke-5 Majapahit tahun 1389 – 1429 M), Sihita / Kencono Wungu (Dyah Ayu Kencana Wungu Ratu / Raja ke-6 Majapahit tahun 1429 – 1447 M), Brawijaya I (Kertawijaya Raja ke-7 Majapahit tahun 1447 – 1451 M), dan Brawijaya V (Bhre Kertabumi tahun 1468 – 1478 M).

BACA JUGA :  Pimcab PKN Kab. Blitar Daftarkan Bacaleg di KPU

“Kami sangat berminat pada sejumlah lukisan yang berkaitan dengan Majapahit termasuk lukisan diri Tribuana Tunggadewi (Sri Gitarja / Tribhuwana Wijayatunggadewi Raja / Ratu ke-3 Majapahit tahun 1328 – 1350 M), Hayam Wuruk (Raja ke-4 Majapahit tahun 1350 – 1389 M) dan Mahapatih Gajahmada, lalu Wikramardhana (Raja ke-5 Majapahit tahun 1389 – 1429 M), Sihita / Kencono Wungu (Dyah Ayu Kencana Wungu Ratu / Raja ke-6 Majapahit tahun 1429 – 1447 M), Brawijaya I (Kertawijaya Raja ke-7 Majapahit tahun 1447 – 1451 M), dan Brawijaya V (Bhre Kertabumi tahun 1468 – 1478 M),” ungkap Bu Santi kepada Siswahyu dari media ini, seraya menyampaikan soal rencana pembuatan film yang berhubungan dengan Majapahit yang diantaranya akan melibatkan tokoh nasional Gede Pasek Suardika serta sejumlah tokoh nasional yang lain, seraya meminta ‘dijembatani’ untuk maksud-maksud tersebut agar bisa terwujud.

Sayangnya salah satu pelukis yang ahli soal itu sedang berada di pedalaman Sulawesi Tenggara (Sultengg) sehingga dicari alternatif lain termasuk ke Sidoarjo dan lainnya. Sedangkan mengenai perfilman kemungkinan ada pihak yang siap ikut dilibatkan dengan jaringan Unesa dan lainnya, namun diperlukan pertemuan awal khusus untuk pembahasan.

BACA JUGA :  Tarik Motor Nasabah, Kantor FIF Cabang Mojokerto Dapat Kado Daster Dari Pendemo

Terpisah Siswahyu Kurniawan yang penulis buku biografi Asmuni – Srimulat (tokoh nasional dan peminat soal Majapahit), mengapresiasi maksud Bu Santi yang akan melibatkan tokoh nasional Gede Pasek Suardika dan lainnya. Menurut Siswahyu Kurniawan, hal tersebut penting dikomunikasikan intensif, juga dengan pertemuan-pertemuan konkrit yang tidak bisa sesaat, apalagi juga konon telah disiapkan pendanaan yang besar.

“Pada zaman Bupati Mojokerto dijabat Pak Ahmadi, banyak hal-hal semacam itu yang akan dikejar namun hingga kini belum terwujud. Jika ada pihak seperti Bu Santi dkk yang peduli, penting untuk diapresiasi. Namun memang diperlukan pertemuan-pertemuan awal,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto.

Terpisah, Nanang salah satu tokoh Unesa pun menyampaikan harapan yang sama karena soal Majapahit adalah vital. Pertemuan-pertrmuan awal diperlukan untuk lebih memformulakan sejumlah hal termasuk focusing.

“Perlu focusing,” ungkap Nanang yang juga hobi sepakbola dan pernah mengadakan turnamen sepakbola se-Jatim, yang dekat dengan sejumlah tokoh sepakbola di Jatim termasuk AKP Pri dari Bhayangkara FC U-17 untuk Soeratin Cup, dengan Saleh Hanifah, Doktor Imam Syafii yang ahli sport science, juga sejumlah tokoh lain ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).