Daerah

Ketua Komisi 3 DPRD Gresik: FGD Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur prioritas di Masa Pandemi Covid-19 Bersama OPD Terkait dan Akademisi

×

Ketua Komisi 3 DPRD Gresik: FGD Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur prioritas di Masa Pandemi Covid-19 Bersama OPD Terkait dan Akademisi

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Dalam rangka bahasan percepatan pembangunan infrastruktur pasca pandemi covid-19 di Kabupaten Gresik, DPRD Kabupaten Gresik melalui Komisi 3 menggelar kegiatan FGD bersama 4 OPD dan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Gresik. Kegiatan ini berlangsung di ruang komisi 3 Gedung DPRD Gresik, pada Jumat (21/1/2022).

Pada kesempatan lain, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana setelah kegiatan FGD mengatakan Kami mengadakan FGD atau diskusi kelompok bersama beberapa OPD terkait dan Universitas Muhammadiyah Gresik untuk membahas terkait percepatan pembangunan infrastruktur di masa pandemi covid-19 di Kabupaten Gresik.

” Kesimpulan dari hasil pembahasan dalam FDG ini berupa rekomendasi akan kita sampaikan kepada eksekutif yang menaungi OPD terkait di bidang infrastruktur,” ungkapnya.

Pembahasan dalam FGD yang masuk program prioritas sesuai kesepakatan bersama, lanjut Asroin Widyana, beberapa poin (meski tidak semua disebutkan) diantaranya, pertama, akan kami memfokuskan kepada beberapa program dan kegiatan pembangunan infrastruktur yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Pawai Karnaval Gebyar Pesona Budaya Desa Ternyang

Selanjutnya, pengoptimalan penggunaan anggaran Dana Desa (DD) oleh desa masing-masing, untuk membangun infrastruktur wajib menggunakan pola atau sistem padat karya dari warga desa setempat.

Selain itu, perlunya penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di tiap wilayah atau desa untuk mengelola wisata desa. Di samping itu peran pemerintah daerah dalam menyupport kegiatan tersebut sesuai kebutuhannya agar bisa berjalan.

Kemudian, terkait penuntasan segera pembangunan jalan lingkar kota, mulai dari Nippon Paint atau Prambangan Kecamatan Kebomas sampai ke Banjarsari Kecamatan Cerme, dengan anggaran APBD Kabupateb Gresik.

” Karena itu untuk memperlancar transportasi dan jaringan jalan yang dibutuhkan masyarakat. Di mana penuntasan jalan lingkar kota mulai Nippon Paint atau Prambangan sampai Banjarsari, itu kan impian pemerintah kota yang belum selesai selama 13 tahun,” terangnya.

BACA JUGA :  Bupati Mojokerto Serahkan Lima SK Kepala Sekolah

Terutama penyempitan akses jalan di depan SDN Prambangan bagaimanapun caranya harus tuntas agar pembangunan jalan lingkar kita bisa terealisasi. Sehingga ke depan bila jalan tersebut tuntas maka bisa mengurangi beban jalan dan mengurai kemacetan di jalan Wahidin Sudiro Husodo, di saat tertentu, pungkasnya.

Adapun peserta Focus Group Discussion (FGD) atau kelompok diskusi yang hadir diantaranya empat instansi dari pemerintah daerah meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Bappeda, Dinas Prumahan dan Kawasan Permukiman dan Dinas Perhubungan. Juga dari kalangan akademisi yakni Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) serta tiga desa di kecamatan Kebomas seperti Desa Kembangan, Desa Kedanyang dan Desa Prambangan. (rud)