TENTARAKU

Kondisi Petani Miris Di Negeri Agraris

×

Kondisi Petani Miris Di Negeri Agraris

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Dalam Satu Dekade terakhir ini Cadangan Pangan dari Sektor Pertanian Di Daerah daerah Cenderung banyak yang Menurun.Permasalahan ini Di sebabkan oleh Terhambat nya Distribusi Pupuk Bersubsidi dari Pemerintah yang Di distribusikan kepada Para Petani melalu kelompok Tani Di Daerah daerah.

Khusus nya Pulau Jawa sebagai Central Produksi Pangan Nasional Peduduk nya sebagian besar adalah Petani Padi dan Polowijo tentu nya memerlukan Ketersediaan dan Kebutuhan jumlah Pupuk yang sangat tinggi.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0814-15/mojowarno Dampingi Pelaksanaan Posyandu Di Desa Binaan

Sebagai Aparat Kewilayahan tentun nya Selalu memonitor apa yang di Keluhkan Masyarakat di Wilayah Binaan nya. Senin 17 Januari 2022 Para Babinsa Koramil 0814/15 Mojowarno Terjun langsung Ke lapangan Menemui para Petani sedang Mengerjakan Lahan sawah nya yang saat ini di Tanami Padi. Saat Di wawancarai oleh para Babinsa dari Beberapa Petani Di Desa Mojojejer kec Mojowarno Ternyata keluhan Para petani sama yaitu Kelangkaan Pupuk Bersubsidi maupun Non Subsidi dan para petani juga mengeluhkan pada Saat Panen harga Komiditi nya di beli dengan harga murah,tidak Sebanding dengan biaya perawatan teutama harga pupuk Non subsidi sangat tinggi hingga 300 000 Per Kemasan 50kg.

BACA JUGA :  Apa yang Dilakukan Prada Doni Siswantodi Kilang Padi

Dalam Kesempatan itu pula Babinsa Grobogan Serda Sugeng Santoso yang mempunyai basic Sekolah Pertanian Menengah Atas Memberikan Penyuluhan Kepada Para petani tentang Cara Memupuk yang Baik sesuai Teori dari Dinas Pertanian yaitu 1.Tepat waktu 2.Tepat Dosis.3.Tepat Sasaran dari ketiga hal tersebut apabila diterapkan oleh para Petani bisa untu Mensiasati Keterbatasan Pupuk saat ini “Ujar Sugeng.