
Denpasar,sekilasmedia.com –Untuk memaksimalkan protokol kesehatan (prokes) tetap terjaga, jajaran Polsek Benoa dipimpin Kapolsek Kompol I Nyoman Wiranata, melakukan pengamanan giat Vaksinasi Booster di Vihara Satya Dharma, Jalan Pelabuhan Benoa, Sanggaran, Denpasar Selatan, Minggu (23/1/2022).
Dari pengamatan di lapangan, polisi dengan seragam lengkap nampak berjaga. Demikian pula warga yang mengikuti suntik vaksin tahap tiga ini, termpatau antusias. Mereka satu persatu diperiksa mulai dari didata, tensi darah, suhu tubuh, dan skrining oleh tim vaksinator.
Pada kesempatan itu, Kompol Wiranata mengatakan, kegiatan vaksinasi bagi masyarakat yang sudah lengkap mendapatkan vaksinasi primer 1 dan 2, minimal 6 bulan, dilaksanakan oleh Badan Intelijen Daerah (Binda) Bali, bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Tionghua Bagan Siapi Api dan Keluarga besar Vihara Satya Dharma.
“Jadi untuk vaksinasi ini menargetkan 2500 dosis vaksin booster, dengan menggandeng 50 vaksinator sukarelawan dari berbagai kalangan,” ujar Kompol Wiranata didampingi Wakapolsek AKP Dewa Made Oka Yus.
Untuk pemberian vaksinasi booster, jelas Kompol Wiranata,, dilakukan dengan menggunakan jenis vaksin yang sama, yaitu vaksin primer dosis lengkap yang didapat oleh masyarakat sebelumnya. Selain itu, kegiatan vaksinasi tahap tiga ini akan terus dilakukan oleh pemerintah, baik itu melalui insitusi resmi maupun lembaga lembaga di masyarakat.
“Vaksinasi ini untuk melindungi masyarakat dari C-19. Karema sampai saat ini penularan wabah itu masih jadi ancaman yang serius,” kata Kapolsek
Terkait pengamanan kegiatan vaksinasi booste ini, selain untuk memaksimalkan prokes juga bertujuan untuk memberikan rasa aman pada warga masyarakat dalam menerima vaksinasi tersebut. Di mana pengamanan melibatkan hampir separo dari kekuatan Polsek Benoa.
“Ini kami lakukan, agar kegiatannya berjalan lancar tanpa adanya pelanggaran prokes. Sebab warga yang akan di vaksin lumayan banyak,” tambahnya.
Di tandaskan, pihak kepolisian dalam hal ini akan selalu hadir memberikan pelayanan pengamanan maupun pengawasan. “Kami sangat serius terhadap prokes. Bahkan tidak ingin ada pelangaran terlebih saat ada kegiatan yang mengumpulkan banyak orang seperti ini,” tutupnya. SN.






