
Gresik, Sekilasmedia.com – Ainun Najib nama itu yang disebutkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan PBNU masa bakti 2022-2026 dan Harla Nu ke 96 baru -baru ini di Balikpapan, kian melejit.
Ainun Najib menjadi buah bibir di kalangan Nadhlatul Ulama (NU), karena orang nomor satu di Republik Indonesia meminta langsung kepada para Kyai di PBNU untuk bisa merayunya pulang Ke Indonesia. Dan memberi ruang kepada generasi muda NU ikut berkiprah membangun negeri ini, seperti dilansir dari beberapa media elektronik dan online.
Pri asal Gresik Jawa Timur ini adalah seorang praktisi teknologi informasi bagian data lulusan Nanyang Teknological University (NTU) Singapura. Saat ini berdomisili di Singapura dan bekerja di Grab Singapura sebagai Head of Analytics, Platform & Regional Business. Selain itu juga, Ia dikenal sebagai inisiator platform kawalpemilu.org dan platform kawal covid19.org.
Seperti disampaikan ayahandanya Abdul Rozak, Ainun Najib lahir di Dusun Klotok Desa Klotok Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, tanggal 20 Oktober 1985.
H. Abdul Rozak menceritakan bahwa sejak kecil putra pertamanya memang kutu buku dan anak yang cerdas. Hal ini dibuktikan saat mengenyam pendidilan formal mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Ganggang Balongpanggang lalu SMPN I Balongpanggang dan SMUN 5 Surabaya, nilai ujiannya sangat bagus.
” Setelah lulus dari SMUN 5 Surabaya kemudian Ainun melanjutkan pendidikan ke Nanyang Teknological University di Singapura melalui jalur beasiswa, di jutrusan teknik komputer. Dan bekerja di sana sampai sekarang,” ujarnya.
Diketahui H Abdul Rozak ayah Ainun Najib merupakan alumni Pondok Pesantren Qomarudin Bungah. Sebagai seorang mantan Guru di MI Islamiyah Ganggang, selalu mengajarkan Ainun kecil ilmu agama Islam di kehidupannya.
Hingga membentuk budi pekerti dan kecerdasan sosok Ainun Najib yang sukses saat ini. Dan tetap bersahaja dan anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.
” Sejak masih bujang sampai sudah berkeluarga, Ainun selalu memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan warga miskin tiap tahun. Di usia 5 tahun sudah ikut shalat 5 waktu, dan sampai sekarang selalu tidak lupa menjalani shalat tahajut dan melakukan puasa Daud,” kata Abdul Rozak mengingat perilaku putra sulungnya pada Rabu (2/1/2022).
Kembali Abdul Rozak mengatakan tahu bahwa Presiden RI Joko Widodo meminta bantuan pra kyai NU saat pengukuhan PBNU dan Harla NU ke 96 di Balikpapan, untuk meminta Ainun Najib pulang ke Indonesia melalui youtube channel media elektronik.
“Saya sudah komunikasi dengan anak saya tentang hal tersebut, semua tergantung keputusan Ainun sendiri. Karena saat ini, masih berdomisili di Singapura bersama keluarganya. Dan Kami selaku orangtua Ainun Najib bersyukur karena Presiden Jokowi begitu mengenalnya bahkan meminta pulang ke Indonesia. Kemungkinan beliau (Presiden Jokowi) mempunyai agenda besar untuk anak saya,” jelasnya.
Melihat prestasi putra sulungnya di bidang teknologi informasi, H Abdul Rozak tergerak dan bermimpi akan membentuk bibit muda yang berprestasi di desa Klotok dan sekitarnya dengan rencana pendirian lembaga pensisikan SMP dan SMK khusus di bidang teknik komputer.
” Kami berencana merekrut tidak banyak siswa untuk didik di bidang spesialis teknik komputer, agar bisa fokus menelurkan lulusan yang unggul. Kami lakukan ini dengan ikhlas,” pungkasnya.
Nampak Camat Balongpanggang Muhammad Amri, Danramil Balongpanggang Kapten Inf Erik dan Kepala Desa Klotok Suheri melakukan silahturahmi dengan H. Abdul rozak di kediamannya. (rud)






