
Gresik, Sekilasmedia.com – Situasi banjir luapan kali Lamong pada Kamis siang (10/2/2022), sesuai informasi ter-update dari BPBD Kabupaten Gresik, telah melanda beberapa desa di dua kecamatan di wilayah Gresik Selatan yakni Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng.
Menurut Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito bahwa sesuai data yang terhimpun di BPBD terkait bencana banjir luapan kali lamong saat ini melanda 5 Desa di Kecamatan Balongpanggang dan 3 desa di Kecamatan Benjeng.
” Di Kecamatan Balongpanggang 5 desa tersebut meliputi Desa Dapet, Sekarputih, Wotansari, Banjaragung dan Pucung. Sedang 3 desa di Benjeng meliputi Desa Lundo, Sedapurklagen dan Deliksumber,” sebutnya.
Banjir tahunan saat musim penghujan ini merendam daerah permukiman, fasilitas jalan lingkungan maupun jalan poros desa, fasikitas umum lainnya serta persawahan.
Pantauan BPBD Gresik di lapangan, Desa yang terparah terendan banjir luapan kali lamong di wilayah Kecamatan Balongpanggang yaitu Desa Wotansari dimana JPD tergenang dengan ketinggian air 20 – 50 cm sepanjang 700 m, jalan lingkungan dengan ketinggian 20 – 50 cm sepanjang 700 m, persawahan 51 hektar dan fasum SDN Wotansari.
Desa di Kecamatan Benjeng yaitu Deliksumber dimana JPD yang tergenang ketinggian air 10 – 40 cm sepanjang 300 m, jalan lingkungan tergenang dengan ketinggian air 20 – 60 cm sepanjang 2600 m, permukiman yang tergenang 148 rumah dan persawahan 45 hektar.
Terkait bencana banjir luapan kali lamong yang melanda desanya, Kepala Desa Wotansari Hariono mengungkapkan air luapan kali lamong mulai masuk ke wilayah desanya sekira pukul 01.00 WIB, setelah hujannya redah.
” Pantuan situasi banjir luapan kali lamong yang melanda desa Wotansari tiap saat kami langsung laporkan ke Camat Balongpanggang dan BPBD. Aparat pemerintah desa sudah disiagakan mulai semalam sampai saat ini selanjutnya persiapan dapur umum darurat bagi warga terdampak,” tandasnya. (rud)





