
Jombang,Sekilasmedia.com- Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro Kodim 0814/Jombang Sertu Faryudi bersama Bidan Desa Sidowarek dan Nakes Puskesmas pulorejo Kec. Ngoro, melakukan pemberantasan jentik nyamuk penyebab DBD di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jum’at (04/01/2022).
Babinsa Desa Sidowarek Sertu Faryudi mengatakan, pihaknya bersama Nakes PKM Pulorejo, Bidan Desa, dan Perangkat Desa mendatangi warga desa tiap tiap dusun dari rumah ke rumah untuk mengecek dan menaburkan serbuk Abate pada bak mandi milik warga. ”Hal ini dilakukan dalam upaya mengendalikan dan memberantas jenis nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD)”, katanya.
Pada kesempatan ini Babinsa bersama Nakes, Bides dan perangkat desa juga menghimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, hindari adanya genangan air karena hanya akan menjadi tempat berkembangbiak nyamuk. Bahkan untuk nyamuk aedes aegypti bisa berkembang diair bersih seperti bak mandi rumah, penampungan air hujan, dan lain-lain.
Masih di wilayah Koramil 0814/14 Ngoro, sebelumnya, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk penyebab DBD (aedes aegypti) juga dilakukan melalui pengasapan (fogging), yang berlangsung di Dusun/Desa secara bergantian. Kegiatan ini dilakukan semua Babinsa yang dimana sesuai jadwal yang di kirim oleh pihak PKM Pulorejo.
Di tempat terpisah Danramil 0814/14 Ngoro Kapten Inf Sujiono SE, mengatakan, pihak Koramil bekerjasama dengan UPT Puskesmas untuk melakukan upaya pencegahan DBD melalui pemberantasan jentik nyamuk dengan cara menaburkan serbuk Abate dibak penampungan air, bak mandi serta tempat lainnya. Pun demikian, upaya lainnya dilakukan melalui fogging pada tempat-tempat yang digunakan nyamuk berkembak biak dengan tujuan mengurangi populasi nyamuk sehingga resiko penularan penyakit melalui gigitan nyamuk dapat ditekan.
Tidak itu saja, lanjutnya, para Babinsa bersama Nakes PKM dan Bidan Desa turun langsung ke masyarakat memberikan himbauan tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat supaya terhindar dari DBD, melalui gerakan 3M Plus yaitu menguras bak dan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur dan/atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk serta tidur menggunakan kelambu, menyalakan obat nyamuk dan hindari gigitan nyamuk.
”Tentunya kita berharap, dengan upaya pencegahan ini, tidak ada warga yang terpapar DBD atau paling tidak bisa meminimalisir”, harap Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur.





