Daerah

Jaga Stabilitas Harga Dan Ketersediaan Migor Di Pasaran, Diskoperindag dan Usaha Mikro Gresik Lakukan Sidak Di Beberapa Tempat

×

Jaga Stabilitas Harga Dan Ketersediaan Migor Di Pasaran, Diskoperindag dan Usaha Mikro Gresik Lakukan Sidak Di Beberapa Tempat

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmeia.com – Dalam rangka menjaga stabilitas ketersediaan dan harga minyak goreng di wilayah Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Koperasi, usaha mikro, perindustrian dan perdagangan Kabupaten Gresik Agus Budiono beserta jajarannya melakukan sidak di pusat ekonomi.

Kegiatan sidak ini, Diskoperindag dan usaha mikro dibantu Polres Gresik dan Satpol PP pada Kamis (3/1/2022) lalu, menyasar beberapa tempat seperti distributor, toko modern dan pasar tradisonal.

Kepala Dinas Koperasi, usaha mikro, perindustrian dan perdagangan Kabupaten Gresik Agus Budiono mengatakan kegiatan ini dalam rangka memantau ketersediaan komoditas salah satu kebutuhan pokok sembako yaitu minyak goreng sekaligus memantau harga sesuai intruksi Menteri Perdagangan RI.

BACA JUGA :  M. Irkham Fukhuludin MES Kendal Adakan Workshop Wirausaha Santri, Bupati Kendal Dukung Ekonomi Syariah

” Sidak ini dilakukan di beberapa tempat seperti Sarikat Jaya, Hypermart, Indomart, Alfamart dan pasar Tradisional,” sebutnya pada Rabu (9/2/2022) melalui pesan WhatsApp.

Di beberapa tempat tersebut Diskoperindag dan usaha mikro, sambung Agus Budiono menemukan sebagian retail stok atau ketersediaan minyak goreng kapasitas dalam bungkus kantong ukuran 1 atau 2 liter, ada yang kosong.

” Harga komoditi minyak goreng per liter sesuai ketentuan pemerintah sebesar Rp. 14 ribu. Kita akan mengawal ketersedian migor di pasaran agar tidak langka sekaligus harganya,”tukasnya.

Saat sidak, ditemukan stok migor curah di pasar tradisional Pasar Baru Gresik di beberapa penjual sembako masih melimpah dengan harga per liter kisaran Rp. 18 ribu, dengan harga lama.

BACA JUGA :  Lantik 60 Pejabat, Bupati Inginkan Percepatan Akselerasi Pembangunan

Ani salah satu penjual sembako di pasar Baru Gresik mengungkapkan untuk pengiriman migor kantong ukuran 1 litar dibatasi 2 boks dari agen sembako dengan harga Rp. 14 rb per liter. Sedangkan minyak goreng curah, kita ini merupakan stok lama dan harga lama yakni Rp. 18 rb per liter.

” Dengan stok seperti ini minyak goreng dalam sehari bisa habis karena kebutuhan masyarakat yang tinggi. Pemerintah seyogyanya bisa menekan harga di tingkat agen sehingga kami bisa menjualnya di harga Rp. 14 ribu ke masyarakat. Kami masih menghabiskan stok lama dengan harga lama, untuk stok baru itu akan kami jual sesuai ketentuan pemerintah,” pintanya. (rud)