
Jombang,Sekilasmedia.com Akibat dampak Pandemi Covid-19, para pedagang kaki lima dan warung mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Untuk memberikan dukungan bagi pelaku usaha khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah, Pemerintah telah meluncurkan program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW). Bantuan ini secara khusus menyasar Kabupaten dan Kota yang terkena PPKM sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Tahun 2021.
Kota Jombang sendiri saat pendataan masuk kategori PPKM, Para penerima bantuan ini adalah pedagang kaki lima dan warung yang belum mendapatkan bantuan, melalui skema bantuan pelaku usaha mikro kecil menengah.Senin (11/04/22).
Launching penyaluran BTPKLW – TNI tahun 2022 Kabupaten Jombang wilayah Kodim 0814 Jombang dilaksanakan di Jajaran Koramil 0814/03 Tembelang pada hari Minggu 10 April 2022 . Kegiatan tersebut di hadiri langsung Kasdim Kodim 0814 Jombang (Mayor inf Run harjono S.Sos ,Pasiter Kodim 0814 Jombang ( Kapten Chb Yaya Suhaya )di dampingi oleh Danramil Tembelang (Kapten Chb Sugeng) dan perangkat Desa yang mendampingi masyarakat menerima Bantuan,.
Sebanyak 1200 pedagang kaki lima dan warung Dua Kecamatan ,kecamatan Tembelang dan Kecamatan Megaluh mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 600.000 sebagai bantuan modal usaha. Usaha tersebut telah dilakukan pendataan oleh seluruh Bhabinsa kepada pedagang kaki lima dan warung wilayah Kota Jombang yang terdampak Covid-19 di masa Pandemi Belum Berahir untuk saat ini.
Apresiasi dan ucapan terima kasih diberikan oleh Para Warga yang telah Terdata mendapat bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung BTPKLW- TNI untuk warga kota Jombang . Bantuan ini sangat membantu para pedagang yang terdampak akibat pembatasan kegiatan dimasa Pademi saat ini.
“Bantuan bagi para PKL dan warung yang hari ini mulai diluncurkan selain sebagai kompensasi atas kerugian ekonomi akibat pembatasan namun juga diharapkan kembali menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Saya berharap bantuan ini dapat digunakan untuk modal usaha , tidak dibelanjakan untuk barang-barang konsumtif.






